Kita Berasal Dari Satu Jiwa Yang Sama

Andi Supriadi, pemerhati Lingkungan, budaya, dan sosial politik.

(Mari Kita Hidup Berdampingan dengan Damai Di Dunia)

LINGKARPENA.ID – Dalam ajaran Islam, dituntut untuk bisa memahami dan memberikan ruang serta tempat terhadap adanya perbedaan dan keberagaman. (rujukan ada dalam kitab Al-Qur’an, QS. Yasin ayat 36, QS. Alhujurot ayat 13, QS, Al-An ‘am ayat 1, dsb).

“Mahasuci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.” (QS. Yasin 36)

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa”.(QS. Alhujurot 13)

“Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan gelap dan terang, namun demikian orang-orang kafir masih mempersekutukan Tuhan mereka dengan sesuatu.”(Al-an’am 1)

Keberagaman memiliki ruang dan tempat dalam Islam. Islam memahami dan menerima kenyataan bahwa manusia diciptakan memang berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar satu sama lainnya saling mengenal dan bekerjasama untuk kemaslahatan umat manusia seluruhnya. Islam mengajarkan tidak boleh merendahkan manusia hanya karena perbedaan warna kulit, perbedaan ras, perbedaan bahasa, budaya, perbedaan agama serta keyakinan yang dianutnya. Orang yang paling baik adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Baca juga:  Polsek Cibadak Siaga Patroli Titik Rawan Kamtibmas

Dalam Islam, tidak dibenarkan untuk menghakimi agama, pemeluk agama dan atau keyakinan pihak lain yang tidak sama dengan kita. Tidak boleh pula memaksakan agama kepada orang lain (QS. Albaqoroh, 256).

“Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus.”(Al-Baqoroh 256).

Nabi Muhammad SAW (Rosul yang membawa risalah Islam), tidak mengajarkan kita untuk mencela agama lain yang berbeda, tidak mengajarkan kita menghina Tuhan yang disembah orang lain yang berbeda. Di Islam juga, tidak diajarkan merusak tempat ibadah agama lain, merendahkan atau menghardik tokoh agama serta pemeluk agama lain, atau mengganggu peribadatan agama lain atau segala hal yang menjadi kepercayaan agama/ pemeluk agama lain yang berbeda dengan Islam.

Baca juga:  Kesal Tak Kebagian Bantuan BLT BBM, Ribuan Sopir Angkot Mogok Jalan

Di dalam ajaran Islam, wajib hukumnya memuliakan tetangga, baik tetangga yang seagama maupun yang berbeda agama. Bahkan dalam beberapa hadist, Rosulullah Muhammad SAW, mengatakan tidakah termasuk orang beriman, mereka yang tidak menghormati/ memuliakan tetangganya, atau dengan ungkapan lain, tidaklah ada kebaikan pada diri seseorang yang menyakiti/berbuat jahat kepada tetangganya baik dengan lisan, pikiran maupun perbuatan.

Membuat tetangga kita merasa aman dari kejahatan kita adalah merupakan kewajiban dalam ajaran Islam. Baik itu tetangga dekat, sekampung maupun dalam suatu negara. Baik terhadap yang seagama maupun yang berbeda agama.

Di dalam Islam diperintahkan berlaku adil dan berbuat kebajikan. Melarang perbuatan keji, berbuat kerusakan dan perselisihan (pertentangan/permusuhan), baik dengan yang seagama maupun dengan yang berbeda agama, (QS. An-Nahl 90).

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.(QS. An-Nahl 90).

Dan sebagian para ulama Islam menyebutkan, selain melawan kebodohan dan kemiskinan, yang merupakan Jihad terbesar umat Islam di akhir jaman adalah menjaga perasaan orang lain, termasuk kepada mereka yang berbeda pilihan dan keyakinan dengan kita, agar perasaannya tidak tersakiti.

Baca juga:  Dandim 0607 Lakukan Penandatanganan MoU Penanganan Berandal Bermotor dan Tawuran Pelajar di Kota Sukabumi

Umat Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu juga agama dan kepercayaan lainnya dengan umat Islam sudah berabad-abad hidup berdampingan, rukun dan saling menguatkan di dunia ini. Perihal kita berbeda dalam tata cara beribadah memang betul, perihal kita berbeda dalam menyebut nama Tuhan & berkeyakinan mungkin benar, itu terjadi karena kita memakai kacamata kesadaran yang berbeda-beda. Tetapi sejatinya kita semua adalah memiliki kehendak yang sama, ingin hidup berdampingan secara damai, wajar, saling mengasihi, baik kepada sesama umat manusia maupun dengan alam dan lingkungan. Penindasan dan kejahatan suatu kelompok manusia atas kelompok manusia lainnya adalah musuh yang harus kita lawan bersama-sama. Mari kita dukung segala upaya untuk menghentikan segala bentuk kekerasan, kebiadaban dan perselisihan di muka bumi ini.

Semoga tidak ada lagi hal-hal yg bisa merusak hubungan baik yang sudah terjalin indah selama ini. Mari kita kuatkan harmonisasi bangsa dan dunia dalam kebhinekaan.

Peluk tangguh kerukunan umat beragama di Indonesia dan dunia, Jabat erat persaudaraan sedunia.

Terimakasih & Salam hormat

Andi Supriadi
(warga negara Indonesia)

Pos terkait