LINGKARPENA.ID – Komunitas Masyarakat Tanpa Riba (MTR) genjot syiar dan dakwah ditengah krisis pandemi covid-19 terkait pembangkitan-pembangkitan ekonomi Islam yang harus disampaikan terus-menerus kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut MTR menggelar kegiatan di Masjid Ad-dakwah Balandongan, Kelurahan Sujadaya Hilir, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, Rabu (02/02/2022) pagi.
Melalui divisi dakwah MTR Eko mengatakan, kegiatan dilakukan sesuai undangan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Ad-dakwah dalam upaya memberi pemahaman dan informasi pada masyarakat soal kaidah-kaidah hidup di era sekarang ini mengenai hak dan batil. Terutama mengenai soal riba yang mengincar kehidupan masyarakat tanpa sadar.
Menurut Eko, titik pokok kegiatan yang masih menjadi prioritas salah satunya masjid. Hal itu dimana sehingga bisa langsung pada titik user tempat berkumpulnya kaum ibu-ibu dan bapak – bapak. Sehingga dalam penyampaian dakwah soal bahaya riba bisa lebih mudah tersampaikan kepada masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan kepedulian komunitas masyarakat tanpa riba guna memberikan pencernaan kepada masyarakat Balandongan. Riba kadang hal sepele, tapi tanpa disadari dapat merontokkan ekonomi,” ujar divisi dakwah komunitas MTR Eko, kepada wartawan usai kegiatan.
Lanjut Eko, muamalah-muamalah yang selalu berhubungan dengan kemasyarakatan, seperti jual beli, gadai dan yang lainnya. Terlebih kaitan kurang baiknya berhubungan dengan Bank Emok atau Bank Keliling. Menurutnya itu suatu muamalah yang batil yang kurang baik menurut agama tentu akan kurang baik juga dalam kehidupan.
“Ada beberapa solusi yang diberikan MTR yang berhubungan pada tingkat keimanan masyarakat. Ini harus dimulai dengan menguatkan akidah sehingga bisa memberikan pemahaman. Jadi apa yang dilakukan masyarakat terkadang sudah benar apa salah? Nah apabila mereka melakukan muamalah yang tidak diridhoi Allah apa itu benar, jika ternyata itu salah lalu bagaimana?,” jelasnya.
Perlu di ketahui MTR merupakan komunitas dakwah bukan komunitas pembiayaan dan konsultan. MTR berharap semoga saja ketika sudah diberikan edukasi dan pembelajaran masyarakat dapat memahami.
“Ya, ketika mereka datang pada kami dan menyampaikan dakwah apa yang dirasakan karena ini menjadi bagian tugas kami. Yang sudah tinggal kita bertaubat, Allah pasti punya cara untuk dapat membantu melunasi hutang-hutang kita,” tambahnya.
Reporter: Fita Yudi S
Redaktur: Akoy Khoerudin






