LINGKARPENA.ID | Dini hari yang sunyi di Selasa (17/3/2026) menjadi penutup perjuangan panjang Nazla Arianti. Setelah empat hari bertahan dalam perawatan intensif, perempuan itu akhirnya mengembuskan napas terakhir di RSU Hermina Sukabumi, sekitar pukul 00.30 WIB.
Kabar duka tersebut menyisakan pilu, terutama bagi keluarga yang sejak awal berharap keajaiban datang. Nazla adalah korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Kampung Gandasoli, Desa Cirumput, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat pagi (13/3/2026).
Humas RSU Hermina Sukabumi, Irma Angelina, membenarkan wafatnya korban.
“Betul, pasien meninggal dunia dini hari tadi sekitar pukul 00.30 WIB,” ujarnya.
Selama menjalani perawatan, kondisi Nazla memang kritis. Ia mengalami cedera berat di sejumlah bagian tubuh. Luka paling serius terjadi pada paru-paru yang berdampak langsung pada sistem pernapasannya.
“Pasien mengalami multiple trauma dan gagal napas berat akibat trauma paru,” jelas Irma.
Tim medis, lanjutnya, telah berupaya maksimal untuk menyelamatkan nyawa korban. Berbagai tindakan medis dilakukan, termasuk pemasangan ventilator untuk membantu pernapasan.
“Penanganan sudah dilakukan sesuai prosedur, termasuk penggunaan alat bantu napas,” katanya.
Peristiwa yang merenggut nyawa Nazla bermula dari perjalanan sederhana bersama sang suami, Agung Dwi Putra. Pagi itu, sekitar pukul 09.34 WIB, keduanya melaju menggunakan sepeda motor Yamaha Lexi dari arah Gandasoli menuju Sukaraja.
Dari arah belakang, sebuah angkutan kota jenis Mitsubishi Colt yang dikemudikan pria berinisial KW (64) menabrak kendaraan mereka. Benturan keras membuat Nazla terjatuh ke jalan, sebelum akhirnya terlindas kendaraan tersebut.
Luka parah yang dideritanya menjadi awal dari perjuangan panjang di ruang perawatan intensif—sebuah pertarungan yang akhirnya tak mampu ia menangkan.
Di tengah kabar duka itu, kondisi sang suami justru berangsur membaik. Ia telah diperbolehkan pulang lebih dulu setelah menjalani perawatan.
“Kondisi suaminya sudah membaik dan sudah pulang kemarin,” ungkap Irma.
Kini, kisah Nazla Arianti menjadi pengingat getir tentang rapuhnya keselamatan di jalan raya. Sebuah perjalanan singkat yang seharusnya biasa saja, berubah menjadi peristiwa yang meninggalkan luka mendalam bagi orang-orang yang ditinggalkan.






