LINGKARPENA.ID | Kondisi hunian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nyomplong, Kota Sukabumi, kian memprihatinkan. Jumlah warga binaan yang terus bertambah membuat kapasitas lapas jauh melampaui daya tampung ideal, sehingga rencana perluasan lahan dinilai sebagai kebutuhan mendesak.
Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya harus bekerja ekstra untuk menjaga stabilitas dan kelancaran program pembinaan di tengah kondisi overkapasitas.
“Lapas sudah tidak ideal untuk menampung jumlah warga binaan yang ada sekarang. Perluasan lahan menjadi solusi yang sangat kami harapkan,” ujar Budi kepada wartawan.
Ia menjelaskan, dalam beberapa waktu terakhir jumlah warga binaan sempat menembus angka 504 orang. Untuk menekan risiko gangguan keamanan dan menjaga efektivitas pembinaan, pihak lapas melakukan langkah pemindahan sebagian penghuni ke lapas lain.
“Pagi tadi kami melaksanakan mutasi 19 warga binaan ke Lapas Karawang. Saat ini jumlah penghuni menjadi sekitar 485 orang, namun angka tersebut tetap tergolong overkapasitas,” jelasnya.
Menurut Budi, pemindahan ini bersifat sementara dan bukan solusi jangka panjang. Selama kapasitas tidak diperluas, potensi kelebihan hunian akan terus berulang.
“Kami harus memastikan situasi tetap kondusif. Pembinaan harus berjalan optimal, dan itu sulit dilakukan jika kondisi hunian terlalu padat,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk ikut mendorong upaya perluasan Lapas Nyomplong, meski realisasinya masih sangat bergantung pada kemampuan keuangan daerah.
“Kami tentu ingin membantu, namun semuanya kembali pada kondisi fiskal. Mudah-mudahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sukabumi ke depan semakin membaik,” ujar Ayep Zaki.
Ia juga berharap adanya dukungan dan doa dari masyarakat agar berbagai rencana pembangunan strategis dapat terealisasi dan berdampak pada peningkatan ruang gerak pemerintah daerah.
Menanggapi hal tersebut, Kalapas Budi Hardiono kembali menegaskan harapannya agar tersedia lahan yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan lapas.
“Kami sangat berharap rencana ini bisa terwujud. Soal ukuran lahan, prinsipnya semakin luas tentu akan semakin baik, selama bisa menunjang kebutuhan pembinaan dan keamanan,” pungkasnya.(*)






