Legislator Sukabumi, Soal Rutilahu jangan Saling Menyalahkan

LINGKARPENA.ID | Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Badri Suhendi berharap tahun tahun yang akan datang Pemerintah Daerah (Pemda) menambah anggaran untuk penanganan rumah tidak layak huni.

Hal itu menyusul masih ditemukannya rumah warga yang roboh ataupun ambruk di musim hujan seperti saat ini, salah satunya beberapa waktu lalu terjadi satu unit rumah warga di Desa Mandraya Kabupaten Sukabumi akibat lapuk dimakan usia, karena belum mendapat perbaikan.

“Masih banyak rumah warga yang perlu menjadi perhatian kita semua, sangat serius dan ini harus dolakukan seacara berkesinambungan dan bersinergi antara Pemerintah Desa, Kecamatan dan Pemerintah Kabupaten, sehingga persoalan persoalan kedepan akan lebih teratasi dengan baik,” ungkap Badri belum lama ini.

Baca juga:  Sekda Kabupaten Sukabumi, Gelar Rapat Bahas Persiapan Musim Hajian

Langkah Pemda melalui atau dinas terkait, kata Badri harus segera mengambil langkah-langkah kepada warga yang rumahnya ambruk, walaupun memang ketahui bersama bahwa Pemda sudah banyak melakukan program anggaran terkait dengan pembangunan rumah tidak layak huni, baik dari anggaran Pemda maupun baznas Kabupaten Sukabumi.

“Tetapi memang perlu kita sadari bahwa jumlah penduduk Kabupaten Sukabumi juga bukan sedikit, juga kemampuan masyarakat pendapatan per bulannya sangat masih jauh dari harapan, sehingga ini menjadi kendala keluarga untuk membangun rumahnya,” jelasnya.

Baca juga:  Event Offroad Tingkat Nasional di Sukabumi, Ini Tanggapan Kadisbudpora dan KONI

“Maka saya berharap dan mengajak semua teman anggota dewan, pemerintah daerah agar ke depan kita harus lebih meningkatkan anggaran anggaran untuk membantu masyarakat yang miskin, halnya untuk pembangunan rumah tidak layak huni tersebut,” imbuhnya.

Badri berharap juga persoalan rumah tidak layak huni segera bisa teratasi dengan baik, saat ini bukan waktunya untuk saling menyalakan salah satu pihak, tapi kedepan perlu ada pemantuan, monitoring, pendataan dan sebagainya dengan terorganisir, mampu mengkomunikasikan pemerintah desa sampai ke tingkat RT, RW sehingga persoalan yang ada di lingkungan ini bisa terdeteksi, bisa diketahui secara baik dan cermat.

Baca juga:  Hari Tani Nasional, SPI Bareng GMNI Geruduk Kantor BPN Kabupaten Sukabumi

“Intinya kita harus bisa dan mampu mengantarkan program anggaran yang lebih banyak lagi yang lebih besar lagi sehingga insya Allah kita bisa teratasi dengan persoalan itu,” tandasnya.

Pos terkait