LINGKARPENA.ID | Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, menyebabkan longsor pada bagian pondasi tiang Jembatan Lewi Pariuk, Jumat (13/2/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Akibatnya, pondasi jembatan tergerus dan kini berada dalam kondisi kritis serta rawan ambruk.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, longsor terjadi akibat luapan air sungai yang mengikis struktur tanah di bagian bawah jembatan. Kondisi tanah yang labil memperparah kerusakan hingga menyebabkan tanah penopang tiang jembatan amblas.
Lokasi kejadian berada di Kampung Bantarmuncang RT 02 RW 07 dan Babakan Kampung Lewi Pariuk RW 08/05, tepatnya di wilayah penghubung Desa Sekarwangi dengan Desa Tenjo Jaya, Kecamatan Cibadak.
Dalam kronologis kejadian, longsor dilaporkan terjadi pada sisi bawah jembatan sehingga bagian pondasi tiang mengalami gerusan cukup parah. Panjang longsoran pada pondasi diperkirakan mencapai ± 2,5 meter dengan tinggi longsoran sekitar ± 7 meter.
Jembatan Lewi Pariuk sendiri merupakan akses utama warga yang menghubungkan dua desa dan digunakan setiap hari untuk aktivitas pendidikan, pertanian, hingga ekonomi masyarakat.
Adapun data teknis jembatan tersebut memiliki panjang sekitar ± 40 meter dengan lebar ± 100 cm.
P2BK Kecamatan Cibadak, Miky, mengatakan kondisi pondasi saat ini cukup mengkhawatirkan karena berpotensi membahayakan warga apabila tetap digunakan.
> “Longsor ini terjadi karena hujan deras yang membuat air sungai meluap dan mengikis pondasi jembatan. Bagian bawah jembatan amblas dan kondisinya kritis, sehingga sangat berbahaya jika dilalui,” ujar Miky, Jumat (13/2/2026).
Menurutnya, jembatan tersebut telah ditutup sementara sebagai langkah pencegahan agar tidak terjadi kecelakaan maupun kerusakan yang lebih parah.
> “Kami sudah menutup sementara akses jembatan dan mengimbau masyarakat untuk menggunakan jalur alternatif. Pengamanan area juga dilakukan agar tidak ada warga yang nekat melintas,” tambahnya.
Dalam kejadian tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun warga mengungsi. Namun, dampak kerusakan dinilai cukup serius karena pondasi tiang jembatan sudah tergerus dan berpotensi ambruk jika kembali diguyur hujan deras atau menerima beban berlebih.
Pihak P2BK bersama unsur Forkopimcam Cibadak telah melakukan pengecekan lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut.
Kebutuhan mendesak saat ini adalah dilakukan asesmen teknis oleh instansi berwenang serta langkah penanganan dan perbaikan jembatan secepatnya demi keselamatan warga dan kelancaran aktivitas masyarakat.
Unsur yang hadir dalam penanganan awal di lokasi antara lain Forkopimcam Cibadak, P2BK, Satpol PP, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Tagana Kecamatan, serta RT/RW setempat.
Hingga kini kondisi jembatan masih dalam pengawasan dan akses tetap ditutup sambil menunggu tindak lanjut penanganan teknis dari pihak terkait.






