Mayat Tersangkut di Jeruji Mesin Penggaruk Sampah PLTA Ubrug Sukabumi, Begini Penjelasan Polisi

FOTO: Sesosok mayat laki-laki yang tersangkut di jeruji mesin penggaruk sampah PLTA Ubrug, membuat geger warga Tenjojaya Kecamatan Cibadak Sukabumi, pada Senin (2/12/24).| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Warga Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat berjenis kelamin laki laki, tersangkut di jeruji mesin penggaruk sampah, di area pengendapan air PLTA Ubrug, Senin (02/12/2024).

Kapolsek Cibadak Polres Sukabumi, AKP Idji Djubardi, S.H, melalui Kanit Reskrim Polsek Cibadak, Ipda Fredy Sandha membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Menurutnya korban ditemukan oleh pekerja PLTA yang sedang bekerja di aliran air PLTA Ubrug, Kampung Cikuya RT. 001 RW. 005 Desa Tenjojaya Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada Senin 2 Desember 2024 sekira pukul 08.30 WIB.

Baca juga:  Mayat Dalam Sumur Hebohkan Warga Cidahu Sukabumi

“Yang pertama menemukan mayat itu adalah dua orang pekerja PLTA Ubrug yang sedang bekerja di area pengendapan aliran air. Saat ditemukan korban dalam posisi mengambang tersangkut di mesin pengeruk sampah,” ujar Ipda Fredy dalam keterangannya.

Lebih lanjut kata Ipda Fredy, identitas korban adalah Sodin bin Karna (80) tahun, warga Kampung Nagrak RT01/08, Desa Nagrak Selatan, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi.

Baca juga:  Gempa Berkekuatan M 5,3 Warga Pajampangan Sempat Panik

Menurut keterangan keluarga korban, Ujang Saepudin menjelaskan pada Sabtu (30/11) sekira pukul 04.20 WIB, korban meninggalkan rumah menuju ke arah jalan raya dan tidak kembali pulang. Kemudian pihak keluarga membuat laporan kehilangan orang ke Polsek Nagrak, Polres Sukabumi.

“Korban mempunyai riwayat pikun dan tidak memiliki masalah di intern keluarga maupun dengan orang lain dan pergi meinggalkan rumah tidak membawa barang berharga,” kata Fredy seperti disampaikan Ujang Saepudin, keluarga korban.

“Setelah dilakukan visum luar oleh dokter dan pemeriksaan kondisi korban oleh Inafis Polres, Kesimpulan awal luka pada leher dengan tidak beraturan diduga bukan karena luka sajam melainkan akibat terkena alat penyaring sampah di area pengendapan air PLTA,” jelas Ipda Fredy Shanda.

Baca juga:  Kebakaran Hebat di Cireunghas Sukabumi, Ini Penyebabnya

Penanganan selanjutnya korban di Evakuasi dan di bawa ke Kamar Mayat RSUD Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi untuk di lakukan pemeriksaan.

“Keluarga almarhum menolak untuk dilakukan Autopsi dan membuat Video Penolakan dilakukan Autopsi,” pungkas Ipda Fredy Shanda.

Pos terkait