LINGKARPENA.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporakan abu vulkanik dan awan panas guguran dari erupsi Gunung Semeru mengakibatkan kerusakan yang sangat parah pada sektor pemukiman, pendidikan, serta sarana dan prasarana falistas umum.
Trending: Download Aplikasi Penghasil Uang Tanpa Undang Teman
Hingga hari ini BNPB bersama Pemerintah Kabupaten Lumajang masih terus melakukan pemutakhiran data terhadap dampak kerugian material. Berdasarkan data sementara, dilaporkan sebanyak 2.970 unit rumah terdampak, fasilitas pendidikan 38 unit, dan satuunit jembatan yakni Jembatan Gladak Perak terputus.
Seorang warga dari Dusun Kamar Kajang mengatakan, sebelum kejadian Gunung Semeru meletus mereka mengaku telah mendapatkan peringatan dari pos pemantauan melalui telepon genggam, namun mereka tidak menyangka erupsi yang terjadi pada pada Sabtu (4/12/2021) itu tidak akan lebih besar daripada yang mereka perkirakan.
“Sebelumnya kami mendapat pemberitahuan, sudah ada pemberitahuan melalui HP. Cuma dikira kecil, dikira banjir kecil. 25 getarannya kecil biasanya. Nanti ada susulan yang lebih besar biasanya. Kalau pos pantau selalu siaga,” katanya dikutip dari rilis Setkab pada Rabu (8/12/2021).
Keterangan ini diungkapkan warga yang terdampak erupsi Gunung Semeru saat bertemu dengan Presiden Jokowi di posko pengungsian di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Selasa (07/12/2021).
Ketika dikunjung Presiden Jokowi para warga terdampak erupsi Gunung Semeru tersebut bercerita seputar kejadian yang mereka alami pada saat meletusnya gunung Semeru dan menyampaikan kondisi mereka saat ini di posko pengungsian.
Salah satu warga lainnya mengungkapkan, bahwa dirinya mengaku mendapat pemberitahuan sebelum terjadinya erupsi Gunung Semeru. Menurutnya kejadian begitu cepat, sejak terjadi getaran hanya waktu satu menit langit langsung gelap.
“Enggak sampai satu menit, langsung gelap. Sebelumnya ada pemberitahuan memang, telah terjadi sebanyak 25 kali getaran kata dari pemberitahuan di pusat pemantauan,” ungkapnya saat ngobrol dengan Jokowi.
Setelah kejadian erupsi Gunung Semeru, para warga yang terdampak kemudian mengecek kondisi rumah mereka masing-masing dengan menggunakan jalur yang bisa dilewati.
Erupsi Gunung Semeru juga telah menewaskan banyak ternak peliharaan masyarakat. Sementara beberapa warga mengaku masih mencari anggota keluarganya yang masih hilang.
Terbaru: Cara Daftar Untuk Mendapatkan STB Tv Digital Gratis Dari Kominfo
“Paniknya itu cuma panik abu, abunya itu loh Pak, kan gelap. Posisi jam tiga sore itu kejadian abu vulkanik. Hujan abu dulu, gelap, disusul lahar dingin,” ucap seorang warga lainnya.
Mereka meminta kepada Presiden Jokowi agar infrastruktur yang hancur bisa segera diperbaiki, dan bisa segera membangun serta memperbaiki rumah-rumah warga yang terdampak berikut fasilitas publik lainnya seperti jembatan.***






