LINGKARPENA.ID | Menjelang pergantian Tahun Baru, tingkat kunjungan wisatawan ke objek eduwisata Konservasi Penyu di Pantai Pangumbahan, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, terpantau masih relatif sepi. Kondisi tersebut terlihat berbeda dibandingkan momentum libur akhir tahun pada umumnya yang biasanya dipadati wisatawan, pada Kamis (25/12/2025).
Pantauan Lingkarpena.id di lapangan, kawasan eduwisata Konservasi Penyu Pantai Pangumbahan tampak lengang. Area parkir, jalur menuju lokasi penangkaran, hingga kawasan pantai yang menjadi bagian dari edukasi konservasi penyu belum dipenuhi pengunjung. Hanya terlihat beberapa wisatawan lokal yang datang secara berkelompok kecil maupun bersama keluarga untuk melihat langsung aktivitas konservasi penyu.
Sepinya pengunjung ini juga dirasakan oleh pengelola kawasan. Kepala UPT Konservasi Penyu Pantai Pangumbahan, Ade, mengungkapkan bahwa jumlah wisatawan yang datang dalam beberapa hari terakhir belum menunjukkan lonjakan signifikan meskipun sudah memasuki momen libur akhir tahun.
“Untuk saat ini, jumlah pengunjung yang datang setiap hari diperkirakan sekitar 200 hingga 300 orang. Jumlah tersebut masih jauh menurun jika dibandingkan dengan hari-hari normal atau puncak liburan sebelumnya,” ujar Ade saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, kondisi tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari cuaca, preferensi wisata masyarakat, hingga pergeseran tujuan liburan ke daerah lain. Meski demikian, Ade menyebutkan bahwa jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah kunjungan tahun ini justru menunjukkan tren yang lebih baik.
“Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, justru sekarang ada peningkatan. Tahun lalu kan situasinya berbeda karena ada bencana massal di Kabupaten Sukabumi, sehingga kunjungan wisatawan benar-benar menurun drastis,” jelasnya.
Ade berharap, mendekati malam pergantian tahun dan beberapa hari ke depan, jumlah pengunjung dapat kembali meningkat. Pihak pengelola sendiri terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan, sekaligus memastikan kegiatan konservasi penyu tetap berjalan optimal tanpa terganggu oleh aktivitas wisata.
Selain sebagai destinasi wisata, Konservasi Penyu Pantai Pangumbahan juga memiliki peran penting sebagai sarana edukasi lingkungan. Pengunjung dapat memperoleh pengetahuan mengenai siklus hidup penyu, upaya pelestarian satwa dilindungi, serta pentingnya menjaga ekosistem pantai.
“Harapan kami, meskipun jumlah pengunjung tidak terlalu banyak, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi penyu terus meningkat. Eduwisata ini bukan hanya soal berwisata, tapi juga tentang edukasi dan kepedulian terhadap lingkungan,” pungkas Ade.






