Menyoal Kasus Balita Tertimpa Timbangan Dacin, Dinkes Kota Sukabumi Angkat Bicara

Sumber Foto : Posyandu Desa Donosari, Kabupaten Kebumen.

LINGKARPENA.ID | Kasus seorang balita perempuan berusia empat tahun yang tertimpa timbangan dacin saat pelaksanaan Sub-Pekan Imunisasi (Sub-Pin) Polio di Posyandu Delima 14, Kelurahan-Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, Dinkes Kota Sukabumi akhirnya angkat bicara.

Pelaksana Tugas Plt, pada Dinkes Kota Sukabumi, Reni Rosyida Muthmainnah mengatakan, sekira pukul 08.00 wib pada tanggal 24 Mei 2023, saat itu Kader Posyandu Delima 14 melaksanakan Sub-Pin Polio yang didampingi oleh petugas Puskesmas Baros.

“Sekira pukul 10.15 wib, Sub-Pin dengan menggunakan timbangan dacin. Namun, tali ikat penggantung dacin diduga putus lalu menimpa anak. 15 menit kemudian balita itu langsung dibawa ke Puskesmas Baros dengan menggunakan sepeda motor milik orang tuanya. Saat itu didampingi oleh dua kader posyandu,” jelas Reni, dalam keterangan tertulisnya kepada Lingkarpena.id Sabtu, (17/06/2023).

Lanjut dia, Kader Posyandu Delima 14 sigap untuk menindaklanjuti insiden ini dengan mendampingi korban ke Puskesmas Baros. Dan hasil dari pemeriksaan awal, pihak Puskesmas Baros menyatakan ada luka robek pada kepala atas korban dan disertai penurunan kesehatan, muntah, demam, serta kejang-kejang.

Baca juga:  Polisi Pemegang Senpi, Dilakukan Pemeriksaan Kelengkapan dan Masa Berlaku Surat

“Korban menjalani perawatan pada lukanya dengan sebanyak dua jahitan. Selain pembersihan luka, korban juga turut diberikan terapi dan antibiotik anti nyeri,” jelas Reni.

Lanjutnya, balita (korban) juga diberikan edukasi dan diobservasi selama 1×24 jam. Waktu itu jika terdapat kondisi peningkatan tekanan intrakranial (muntah proyektil, pingsan, kejang dan pusing), orang tua korban diminta untuk langsung menghubungi pihak puskesmas atau ke rumah sakit terdekat.

Dengan begitu sambung dia, pada tanggal 24 Mei 2023 sekira pukul 15.30 wib saat anak sudah di rumahnya, kader Posyandu Delima 14 mencoba mendatangi rumah korban untuk follow up kondisi kesehatannya. Akan tetapi korban sedang tidak ada di rumahnya. Berdasarkan informasi keluarga korban sedang berada di rumah kakeknya.

“Pada tanggal 25 Mei 2023 pagi, petugas Puskesmas Baros juga melakukan follow up dengan menghubungi kader Posyandu Delima 14 melalui telepon. Pihaknya juga mencoba berkunjung ke rumah pasien. Namun diperoleh kabar anak sedang tidak ada di tempat. Pada hari yang sama, sore harinya kader Posyandu Delima 14 kembali mendatangi rumah balita, tetapi memang tidak ada di rumahnya,” ungkap Reni.

Baca juga:  13 ASN Purnabakti Dilepas Pemkot Sukabumi

Dijelaskan Reni, lalu pads tanggal 27 Mei 2023, korban (balita) melakukan kontrol ke Puskesmas Baros dengan kondisi luka terlihat kering dan tidak bernanah, atau rembesan darah. Dan pada 28 Mei 2023, kader Posyandu Delima 14 berkunjung ke rumah pasien untuk follow up. Saat itu pasien ada di rumahnya dan tidak mengeluhkan apa-apa sehingga masalah sudah dianggap selesai.

“Diawal bulan Juni 2023, Dinas Kesehatan melakukan evaluasi dan perbaikan pelayanan di Posyandu Delima 14 Baros ini. Timbangan dacin masih digunakan karena belum ditemukan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) yang melarang penggunaan timbangan dacin di posyandu,” jelasnya.

Selain itu tambah Reni, tindakan Computed Tomography Scan atau CT-Scan belum dapat dilakukan terhadap pasien. Karena menurut dokter saat itu menyatakan radiasi CT-Scan terlalu tinggi untuk balita berusia empat tahun.

Baca juga:  Sebuah Kios di Jalan Pasundan Kota Sukabumi Terbakar

“Intinya Dinas Kesehatan akan bertanggung jawab atas kejadian ini. Kami pun segera melakukan pemeriksaan ulang secara menyeluruh bersama dokter spesialis di rumah sakit terhadap pasien. Ya untuk menentukan penanganan selanjutnya dari penanganan sebelumnya,” katanya.

Perlu diketahui masih kata Reni, pada tahun 2022, Kementerian Kesehatan mengeluarkan keputusan tentang standar alat antropometri sebagai pengganti timbangan dacin. Keputusan itu ditindaklanjuti Dinas Kesehatan Kota Sukabumi dengan melakukan pengadaan 220 paket antropometri melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik.

Sebanyak 220 paket antropometri tersebut sudah didistribusikan ke masing-masing Posyandu. Sementara untuk kekurangannya sudah diajukan ke kementerian pada 31 Januari 2023 lalu.

“Nah, terkait dengan Keputusan Menteri Kesehatan soal antropometri menyebutkan, apabila tidak tersedia alat ukur berat badan digital, maka dapat menggunakan dacin,” ucapnya.

Dinas Kesehatan memastikan, kejadian ini merupakan yang pertama kali. “Advokasi dan tindak lanjut sudah dilakukan anatara Dinas Kesehatan, aparat wilayah dan kedua orang tua balita,” pungkasnya.

Pos terkait