Mobile JKN Penerang Perjalanan Widi dalam Melawan Stroke

LINGKARPENA.ID | Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah menjadi penyelamat bagi banyak masyarakat Indonesia dalam mendapatkan layanan kesehatan

yang lebih baik. Sejak bertransformasi dari PT Askes menjadi BPJS Kesehatan, berbagai peningkatan terus dilakukan, termasuk hadirnya aplikasi Mobile JKN yang memudahkan peserta dalam mengakses layanan kesehatan. Salah satu peserta yang merasakan manfaat besar dari program ini adalah Widi (40), warga Kabupaten Sukabumi.

 

Sejak Oktober 2024, Widi harus rutin menjalani kontrol di Poli Saraf akibat penyakit strok yang dideritanya. Perjalanan berobat Widi tidaklah mudah. Ia masih mengingat dengan

jelas saat pertama kali mengalami gejala strok.

 

“Saya sudah beberapa bulan kontrol rutin ke sini, tapi kalau ditanya ini kontrol ke berapa, saya sudah lupa. Kalau seringnya saya kontrol satu minggu sekali. Selain kontrol ke poli,

saya juga melakukan rehabilitas medik untuk penyembuhan strok saya,” ceritanya.

Baca juga:  Longsor di Kecamatan Nyalindung Sukabumi Sempat Tutup Akses Jalan Warga, Ini yang Dilakukan Bripda Aldi

 

Saat berbincang dengan Tim Jamkesnews, Ia berbagi pengalamannya, sebelum menggunakan Mobile JKN untuk akses layanan kesehatan di rumah sakit. Dengan lugas, ia pernah mengalami pengalaman yang kurang baik saat mengakses layanan kesehatan.

 

“Dulu, sebelum ada Mobile JKN, saya harus datang ke rumah sakit dari subuh untuk dapat nomor antrean. Kalau telat sedikit saja, bisa dapat nomor besar dan harus menunggu berjam-jam. Itu sangat melelahkan,” katanya.

 

Dahulu Widi pernah merasakan rumitnya layanan kesehatan saat mengantarkan ibunya berobat. Ibunya kala itu menderita kanker stadium 3 dan membutuhkan penanganan cepat.

 

“Dulu, sebelum adanya inovasi Mobile JKN, rasanya sulit sekali mendapatkan pelayanan

yang cepat. Lalu, pernah terjadi diskriminasi pemberian pelayanan. Padahal, Saya masih ingat, waktu itu ibu saya sedang dalam kondisi kritis,” kenangnya.

 

Seiring berjalannya waktu, layanan kesehatan di Indonesia mengalami banyak perubahan. Sejak PT Askes bertransformasi menjadi BPJS Kesehatan, banyak berbagai

Baca juga:  Rumah Sang Nenek di Sukabumi Ludes di Lalap Api, Ini Penyebabnya!

inovasi yang dihadirkan salah satunya Mobile JKN, Widi merasakan perbedaan yang sangat signifikan, terutama dari segi pelayanan dan kemudahan dalam mendapatkan

layanan kesehatan.

 

“Sekarang jauh lebih baik. Tidak ada lagi kesan dibeda-bedakan antara pasien umum dan peserta BPJS. Semuanya dilayani dengan lebih cepat dan sistematis,” ujarnya.

 

Salah satu fitur yang paling ia rasakan manfaatnya adalah Antrean Online di aplikasi Mobile JKN. Sebelum adanya fitur ini, ia harus datang ke rumah sakit sejak subuh hanya untuk mendapatkan nomor antrean. Namun, kini ia bisa mengambil nomor antrean dari rumah hanya dengan menggunakan ponselnya.

 

“Dulu saya harus berangkat dari subuh ke rumah sakit, hanya untuk dapat nomor antrean. Sekarang, cukup buka handphone dari rumah, saya bisa langsung dapat nomor

antrean dan datang sesuai estimasi waktu pelayanan,” jelasnya.

Baca juga:  DPMD: Deklarasi Damai untuk Menjaga Komitmen Para Calon Kades

 

Ia juga mengungkapkan terkait integrasi sistem antrean di rumah sakit dengan Mobile JKN membawa dampak nyata kepada pengguna Mobile JKN yang sedang mengakses

layanan kesehatan.

 

“Sekarang sudah terintegrasi dengan baik, jadi cukup buka aplikasi dari rumah sudah dapat nomor antrean. Tidak perlu lagi, mengantre lama di rumah sakit dan tidak perlu khawatir apakah dilayani atau tidak. Karena, dengan Mobile JKN sudah ada kepastian layanan yang akan diberikan oleh rumah sakit,” ungkap Widi.

 

Widi berharap Program JKN terus berkembang dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

“Menurut saya, inovasi seperti Mobile JKN harus terus dikembangkan agar semakin

banyak orang yang bisa merasakan kemudahan dalam mendapatkan layanan kesehatan. Saya berharap BPJS Kesehatan terus meningkatkan pelayanannya, terutama dalam

inovasi teknologi seperti Mobile JKN. Ini sangat membantu kami sebagai pasien,” tutup Widi.

Pos terkait