Motivasi untuk Lulusan SMAN 2, Wali Kota: Persiapkan Diri Menghadapi Indonesia Emas 2045

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi saat memberikan motivasi Lulusan SMA Negeri 2 Kota Sukabumi menghadapi Indonesia Emas 2045.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menghadiri perpisahan siswa kelas XI atau Pawekas Widya Madya SMA Negeri 2 Kota Sukabumi di Grand Sulanjana, Sukabumi, Kamis (4/5/2023).

Diketahui dalam acara itu Wali Kota memberikan motivasi agar para lulusan SMA mempersiapkan diri dalam menghadapi Indonesia Emas 2045, salah satunya beradaptasi dengan teknologi digital.

Istimewanya di sela-sela kegiatan tersebut, Kepala Sekolah SMAN 2 Kota Sukabumi Rachmat Mulyana, para guru serta para siswa memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Wali Kota Sukabumi yang hari ini berulang tahun.

Baca juga:  Peringati HUT Pol PP Ke 73, Ini Pesan Wali Kota Sukabumi

“Momen ini melepas para siswa SMA yang akan menempuh perjalanan berikutnya lebih berat, Namun, bersyukur jadi siswa di SMAN 2 Kota Sukabumi, karena salah satu sekolah yang paling banyak lolos jalur undangan di perguruan tinggi,” kata Fahmi dikutip dari laman resmi kdp.sukabumi.go.id.

Masa sekolah kata Fahmi, jadi masa yang membahagiakan khususnya di SMA sehingga masa luar biasa. Momen ini jadi masa transisi dari perceparan luar biasa hasil disrupsi, masa SMA identitik keunikan, kedekatan, aktualisasikan diri.

“Saat dilepas sekolah dan pemerintah para lulusan akan melalui proses perjalanan selanjutnya. Terutama menghadapi Milestone Indonesia emas 2045, tugas para guru mempersiapkan diri para siawa menyambutnya,” bebernya.

Baca juga:  Gandeng Dinas Kesehatan, Ini yang Dilakukan Polisi di Terminal Bus Kota Sukabumi

Menurutnya, tahun 2045 bukan panggung orangtua melainkan adalah milik generasi sekarang, Targetnya, Indonesia 10 besar negara di dunia pada 10 tahun mendatang dan 2045 menargetkan peringkat 4 negara besar dunia. Ini tidak bisa diraih tanpa persiapan dari generasi muda saat ini.

“Terutama menghadapi dari tantangan disrupsi pandemi, milenial dan digital disruption. Pelajar saya titip antara dunia nyata dan maya sudah tidak ada yang memisahkan, misalnya pembelajaran dari manual menjadi digital karena percepatan teknologi,” ungkapnya.

Baca juga:  Pemkot Sukabumi Dukung Pengembangan Anyaman Bambu Ramah Lingkungan, Produk UMKM

Terakhir titip pesan, upaya pendidikan masa kini yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi karena ada tantangan. Pertama, pendidikan miliki nilai-nilai universal, di manapun akan menghadapinya. Kedua pendidikan berbasis teknologi digital sehingga beradaptasi dengannya.

“Ke empat solidarity partnership dan pekerjaan pasca pandemi Covid-19 berbeda sebelum dan sesudah pandemi. Saya ucapkan selamat menempuh pendidikan berikutnya karena bukan akhir jenjang pendidikan dan baru awal menempuh ilmu lagi,” pungkas Kang Fahmi. (*)

Pos terkait