LINGKARPENA.ID | Pemerintah Kabupaten Sukabumi siap menggelar perhelatan akbar “Sukabumi Expo” sebagai bagian tak terpisahkan dari rangkaian peringatan Milangkala Kabupaten Sukabumi yang ke-155.
Acara yang dinanti-nanti ini dijadwalkan akan berlangsung selama empat hari penuh, mulai Tanggal 25 hingga 28 September 2025, menjanjikan serangkaian kegiatan yang berorientasi pada pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.
Sukabumi Expo tahun ini mengusung tema besar “Gerak Nyaah Ka Rahayat,” sebuah semangat kepedulian yang diterjemahkan melalui tiga program utama yang akan menjadi daya tarik utamanya: Gebyar Pelayanan Publik, Gebyar Khitanan Massal, dan Gebyar Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Ketiga pilar kegiatan ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk secara langsung menyentuh berbagai aspek kehidupan warganya, dari peningkatan akses layanan hingga perbaikan kualitas hidup.
Salah satu fokus utama dalam Gerak Nyaah Ka Rahayat adalah Gebyar Khitanan Massal. Kegiatan sosial ini diselenggarakan dengan kuota yang cukup besar, yakni untuk 520 anak, yang mencakup rentang usia 0 hingga 10 tahun. Inisiatif ini tidak hanya meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi wujud nyata perhatian pemerintah terhadap kesehatan anak-anak di Kabupaten Sukabumi.
Pelaksanaan khitanan massal ini direncanakan akan tersebar secara merata di 41 kecamatan di seluruh Kabupaten Sukabumi, menunjukkan jangkauan layanan yang luas dan inklusif. Secara khusus, untuk Daerah Pemilihan (Dapil) 1, penyelenggaraan khitanan massal akan dilaksanakan di enam kecamatan.
Puncak kegiatan di Dapil 1 ini akan berpusat di Aula Setda Palabuhanratu, sebuah lokasi strategis yang diharapkan dapat menampung peserta dan keluarga dengan nyaman.
Pemilihan lokasi ini juga menunjukkan kesiapan infrastruktur pemerintah daerah dalam mendukung acara berskala besar yang melibatkan banyak pihak.Melalui Gebyar Pelayanan Publik, masyarakat diharapkan dapat mengakses berbagai layanan penting dari pemerintah secara lebih mudah dan cepat dalam satu tempat.
Ini merupakan upaya konkret untuk mendekatkan birokrasi kepada rakyat dan meningkatkan efisiensi pelayanan. Sementara itu, Gebyar Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) merupakan bentuk intervensi pemerintah dalam meningkatkan standar hunian bagi keluarga yang membutuhkan, demi terwujudnya kondisi permukiman yang layak dan manusiawi.
Secara keseluruhan, Sukabumi Expo dan rangkaian kegiatan Gerak Nyaah Ka Rahayat ini adalah manifestasi dari visi Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera, sehat, dan berdaya.
Acara ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga platform yang produktif untuk kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak demi kemajuan bersama di Kabupaten Sukabumi.






