LINGKARPENA.ID | Sejumlah objek wisata pantai di wilayah Pajampangan, Kabupaten Sukabumi pada Minggu (29/12/2024) nampak masih sepi. Biasanya, tiga hari menjelang tahun baru, sering terjadi lonjakan pengunjung di beberapa spot wisata di Selatan Sukabumi ini. Seperti misalnya di sepanjang Pantai Minajaya, Kecamatan Surade, hingga di Pantai Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap.
Sejak Kabupaten Sukabumi diterjang bencana banjir, longsor dan pergerakan tanah pada awal Desember lalu, wisatawan nampak tak banyak yang ingin berkunjung. Beberapa akses jalan dan jembatan yang sempat terdampak bencana menambah keengganan wisatawan untuk menghabiskan libur akhir tahun ke Kabupaten Sukabumi.
Beberapa objek wisata Pantai di wilayah Pajampangan, Kabupaten Sukabumi pada Minggu (29/12/2024) terlihat masih sepi pengunjung. Tak seperti tahun tahun sebelumnya, dimana sepekan menjelang pergantian tahun baru objek wisata di sana selalu dibanjiri wisatawan.
Sepinya wisatawan yang datang ke objek wisata di Pajampangan berdampak pula kepada para pedagang yang biasa berjualan di kawasan objek wisata disana. Seperti yang dirasakan Saep, pengelola warung lesehan di Pantai Minajaya, Kecamatan Surade. Ia mengaku baru tahun baru kali ini warung lesehannya sepi pengunjung. Tentu tidak hanya Saep yang merasakan dampak sepinya pengunjung, di beberapa objek wisata Pantai lainnya di Sukabumi Selatan, Pajampangan, banyak pedagang lainpun merasakan hal yang sama.
Pengelola wisata Pantai Minajaya, Yayat Supriatna, mengungkapkan bahwa menjelang pergantian tahun (Nataru) kali ini penurunan jumlah wisata ke Pantai Minajaya cukup signifikan. Kata dia, kondisi tersebut dimungkinkan salah satu penyebabnya dampak bencana.
Pengunjung ke Minajaya menjelang Nataru sepi. Ya mungkin salah satu penyebabnya dampak bencana. Banyak infastruktur jalan yang rusak sehingga perjalanan wisatawan terganggu,” jelas Yayat.
Hal yang sama dikemukakan salah seorang Tour Guide di kawasan wisata Geopark Ciletuh, Supriatna. Ujarnya, sebelum terjadi bencana pesanan ( booking ) para wisatawan dari luar kota ke beberapa pengelola penginapan dan home stay di kawasan wisata Geopark Ciletuh membludak. Namun sejak terjadi bencana banjir tingkat kunjungan menurun.
Menurut dia, tidak sedikit pengunjung yang sudah reservasi untuk membatalkan atau menjadwalkan ulang kedatangannya, karena khawatir terjadi bencana susulan.
Salah seorang pegiat pariwisata di Ujunggenteng, Sambas, mengungkapkan hal senada. Menurutnya, tingkat kunjungan wisatawan ke Daerah Tujuan Wisata ( DTW ) Ujunggenteng menjelang Nataru menurun. Salah satu penyebabnya adalah terganggunya infastruktur jalan menuju ke beberapa destinasi wisata di Pajampangan.
Guna meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung, Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus melakukan promosi wisata.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Sendy Apriadi menjelaskan, saat ini pihaknya membagi tiga zona wisata, antara lain zona utara, zona Palabuhanratu, serta zona selatan. Ketiga zona tersebut kini sudah bisa diakses oleh masyarakat.
“Kemarin sempat ada longsor di ruas Bagbagan-Kiaradua, sekarang sudah bisa diakses kembali. Kemudian yang jembatan putus, seperti Jembatan Cisantri dan Cibuni, juga sudah dipasang jembatan bailey. Kemudian kita bersama TNI dan Polri juga sudah membuka beberapa ruas jalan alternatif ke kawasan Geopark Ciletuh,” kata Sendy.
Masih kata Sendy, beberapa hari terakhir di pesisir selatan juga terjadi gelombang tinggi efek angin barat, namun kini gelombang sudah kembali normal. Dia mengakui, dampak bencana terhadap kunjungan wisata cukup terasa. Oleh karenanya, Pemerintah Kabupaten Sukabumi, khususnya Dinas Pariwisata gencar melakukan promosi wisata melalui berbagai media.
“Kami mengajak masyarakat untuk datang dan berwisata di Sukabumi. Setelah pemerintah menetapkan status transisi dari tanggap darurat bencana, sekarang aktivitas sudah kembali normal, beberapa sedang tahap pemulihan. Kami nyatakan wisata di Sukabumi sekarang sudah aman. Alam yang indah menanti. Namun tetap ikuti arahan dari petugas, tetap berhati-hati,” pungkas Sendy.






