LINGKARPENA.ID | Upaya pencarian terhadap seorang remaja bernama Pikpik (13) warga asal Kampung Sukamiskin RT 32/005Desa Cibadak, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, yang dilaporkan hilang sejak Senin 6 Januari 2025 terus dilakukan.
Kapolsek Sagaranten AKP A. Suryana B, S.H., yang dihubungi lingkar pena.id melalui saluran ponselnya menyatakan, remaja anak dari pasangan Amir dan Saidah ini hingga sekarang belum diketahui keberadaannya.
“Kami sudah lakukan pencarian dan menyebarkan informasi namun hingga sekarang belum diketahui keberadaannya,” ujar Akp A Suryana.
Hal senada disampaikan pula Camat Pabuaran, Ikhsan. Kata dia pihaknya sudah menyebarkan informasi terkait hilangnya remaja asal Pabuaran ini. Namun hingga kini belum ada titik terang.
“Betul itu warga kami. Karena TKP nya di wilayah Sagaranten maka pelaporannya ke Polsek Sagranten. Upaya telah kami lakukan termasuk penyebaran informasi dan sampai sekarang masih kami lakukan penelusuran,” terang Ikhsan.
Diberitakan sebelumnya, Pikpik (13) remaja asal Kecamatan Pabuaran dinyatakan hilang sejak 7 Januari 2025. Menurut keluarganya Pikpik terahir kali terlihat pada Senin (6/1/25 ) sekira pukul 07.00 WIB.
Aulia, sepupu dari Pikpik kepada awak media menuturkan, bahwa hilangnya remaja tersebut berawal ketika Pikpik pada Senin 6 Januari 2025 ditinggal sendirian dirumahnya.
“Waktu itu, Pikpik ditinggal sendirian di rumah. Ibunya sedang pergi ke pengajian, sementara ayahnya bekerja. Saat ibunya kembali ke rumah, Pikpik sudah tidak ada,” ujar Aulia.
Lanjut kata Aulia, remaja anak dari pasangan Amir dan Saidah ini memiliki riwayat penyakit epilepsi. Karenanya keluarga merasa khawatir. Pihak keluarga berharap Pikpik segera diketemukan dalam keadaan selamat. Aulia Kemudian menyampaikan ciri-ciri dari Pikpik, yakni tinggi badan sedang dan berkulit putih.
Keluarga berharap siapa pun yang memiliki informasi mengenai keberadaan Pikpik, agar segera menghubungi nomor telepon 081288119961 atau mengantarkan Pikpik langsung ke rumah di Kampung Sukamiskin RT 32 RW 005, Desa Cibadak, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi.
“Kami sangat berharap masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan Pikpik bisa membantu. Informasi sekecil apa pun sangat berarti bagi kami,” terang Aulia.






