LINGKARPENA.ID | Warga Masyarakat Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, merasa sumringah pasalnya harapan warga untuk bisa menikmati akses jalan mulus, kini akan terealisasi setelah mendapatkan bantuan dari program Jalan Usaha Tani (JUT) Kementrian Republik Indonesia.
Diketahui pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di ruas Jalan Cimuncang – Liungtutut, dengan panjang sekitar 300 meter dengan lebar 2 meter itu, telah mendapatkan sambutan antuias dari semua kalangan, khususnya para petani. Lantaran, pembangunan jalan tersebut, sudah dinantikan oleh masyarakat setempat selama lebih 10 tahun.
“Sebab itu, dengan terlaksananya pembangunan usahata tani itu, diyakini dapat meningkatkan hasil pertanian yang ada di wilayah desa kami,” kata Dadan kepada wartawan Jumat (07/07/2023).
Lanjut dia, bantuan program JUT ini, sangat penting untuk akses pendidikan dan akses ekonomi masyarakat. Khususnya para petani untuk mengangkut hasil pertaniannya untuk di jual ke pasar.

“Program JUT ini, dikerjakan oleh masyarakat setempat atau para petani. Nah, pemerintah Desa Kebonpedes berperan hanya sebagai pengawasan saja,” ungkapnya.
Maka dari pada itu, selaku pimpinan dari pemerintah Desa Kebonpedes mengucapkan banyak terimakasih kepada para petani, warga Desa Kebonpedes, Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kebonpedes dan Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, teruma kepada anggota DPR RI Komisi IV, Slamet yang telah memberikan aspirasinya, sehingga di wilayah tersebut dapat mendapatkan bantuan JUT.
“Semoga bantuan dapat bermanfaat dan diharapkan bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua RW 07, Kedusunan Ranji, Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, H. Abuy (51) mengucapkan banyak terimakasih kepada pemerintah pusat dan Kepala Desa Kebonpedes yang sudah peduli dengan memberikan bantuan berupa program pembangunan JUT di wilayah tersebut.
“Jalan itu, dapat dimanfaatkan warga sekitar 150 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah jiwa sekitar 1.400 jiwa,” katanya.
Ia menambahkan, saat ini progres pembangunan Jalan Usaha Tani di wilayah tersebut, sudah masuk pada pembukaan jalan yang dilakukan oleh swadaya masyarakat setempat.
“Kelompok Tani Sauyunan dan Kelompok Tani Ranji Kaler, tampak antusias melakukan gotong royong pembukaan jalan itu. Sebelum ada JUT, warga harus jalan berkeliling. Namun, jika sudah selesai JUT warga bisa efesien waktu,” pungkasnya.






