LINGKARPENA.ID | Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ujunggenteng dan Pokdarwis Minajaya bersama Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), perwakilan CUGGp, Paguyuban Jampang Tandang Makalangan (JTM), serta sejumlah pegiat lingkungan melaksanakan kegiatan penanaman terumbu karang di perairan Minajaya, Desa Buniwangi, Lecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Rabu (5/11/2025).
Pengurus Pokdarwis Minajaya, Dedi Kurniadi, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memulihkan dan melestarikan ekosistem laut yang rusak sekaligus mendukung keberlangsungan kehidupan biota laut. Selain itu, penanaman terumbu karang diharapkan dapat menjaga keseimbangan manfaat ekologis dan ekonomis bagi masyarakat pesisir.
“Ini mencakup upaya rehabilitasi, menjaga keanekaragaman hayati, melindungi garis pantai dari abrasi, serta menyediakan sumber mata pencaharian bagi masyarakat pesisir,” ujar Dedi.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga berperan penting dalam memulihkan habitat laut yang rusak akibat berbagai faktor, seperti badai atau kerusakan fisik lainnya, sehingga ekosistem dapat kembali berfungsi secara optimal.
Dari informasi yang dihimpun, jenis terumbu karang yang ditanam adalah Acropora, yang dikenal memiliki daya tahan tinggi serta pertumbuhan cepat. Diharapkan jenis ini mampu beradaptasi dengan baik di laut terbuka dan menjadi bagian penting dari upaya pelestarian ekosistem laut di wilayah Minajaya.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata kolaborasi lintas komunitas dan lembaga dalam menjaga kelestarian sumber daya laut serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan pesisir.






