LINGKARPENA.ID – Ani (36) salah satu Pedagang Pengecer Cabe Rawit Merah ‘Jablay’ di Pasar Semi Modern (PSM) Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mengaku rugi atas naiknya harga komoditi tersebut.
Menurutnya naiknya harga Cabe Rawit Merah ‘Jablay’ ditingkat pengecer tentu saja berdampak kepada kurangnya daya beli dari masyarakat. Saat ini ia mengaku menjual dengan harga 100 ribu per kilogram nya.
“Biasanya, saya bisa menjual Cabe Rawit Merah ‘Jablay’ dalam satu hari bisa sebanyak 15 kilogram. Saat ini, sudah tiga hari belum mampu menjual sebanyak itu,” ungkapnya, Kamis (09/06/2022).
Lanjutnya, sementara untuk Cabe Merah Kriting dan Jenis lainnya pun ikut mengalami kenaikan. Selain Cabe Rawit, juga jenis sayuran seperti Tomat, Bawang Merah dan yang lainnya semua naik.
“Dengan kenaikan harga itu, tentu saja daya beli masyarakat menurun. Saya pun terancam rugi.Tapi mau gimana lagi dari distributor harganya sudah naik. Katanya sih faktor cuaca sehingga Petani banyak yang gagal panen,” kata dia.
Sementara itu, Doni (35) salah satu pengunjung PSM Cibadak mengatakan, dengan berbekal uang 50 ribu rupiah untuk saat ini, sangat sulit baginya berbelanja untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga.
“Aduh,.tambah mahal aja Pak. Semua kebutuhan pokok pada naik. Cabe aja kalau beli 10 ribu sangat sedikit. Apalagi di warung-warung kecil disekitar rumah saya. Harganya bisa mencapai 125 ribu per kilogramnya. Mendingan harga ‘Jablay’ yang naik mah, asal jangan bahan pokok,” kata dia.






