Pergerakan Tanah di Curugkembar Sukabumi, Satu Rumah Ambruk

Kondisi rumah Ikom (59) warga Desa Mekartanjung Kecamatan Curugkembar, pasca terjadi pergerakan tanah kondisinya ambruk.| Foto: P2BK

LINGKARPENA.ID | Bencana alam pergerakan tanah kembali terjadi di Kecamatan Curugkembar Kabupaten Sukabumi pada Jumat (16/7) kemarin. Akibat bencana tersebut satu rumah warga ambruk.

Peristiwa pergerakan tanah setelah guyuran hujan pada hari itu. Insiden ambruknya rumah warga terjadi sekira pukul 14.00 waktu setempat berdasarkan laporan petugas penanggulangan bencana kecamatan (P2BK) Curugkembar.

Diketahui rumah milik Ikom (59) yang dihuni 7 jiwa di Kampung Pasir Gede RT 01/03 Desa Mekartanjung Kecamatan Curugkembar mengalami ambruk akibat pergeseran tanah tersebut.

Baca juga:  Gelar Halal Bihalal, Dinas PU Kab. Sukabumi Bersyukur Atas Kekompakan dan Etos Kerja Dari Seluruh Jajaran

“Kondisinya rusak berat dan tidak bisa dihuni. Tidak ada korban jiwa akibat bencana ambuknya rumah. Sementara ini Keluarga Pak Ikom mengungsi ke rumah anaknya,” jelas Suryana dalam laporannya, Ahad, 17 Juli 2022.

Akibat bencana alam pergerakan tanah tersebut, rumah semi permanen milik Bapak anak 5 yang berprofesi sebagai Petani Pekebun ini harus pasrah kehilangan tempat tinggalnya. Bencana awal terjadi dilokasi hujan cukup deras mengguyur dan tiba-tiba tanah bergeser.

Baca juga:  Jembatan Pasirbitung Parakansalak Nyaris Ambruk, Akses Jalan Ditutup

Pihak petugas penanggulangan bencana kecamatan bersama Muspika setempat dari mulai Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, TAGANA, TKSK dan Pemerintah Desa setempat turut melakukan asesmen ke lokasi bencana secara bersama-sama.

“Kami langsung melakukan cek lokasi serta membantu evakuasi keluarga Pak Ikom dengan petugas lainnya. Tafsiran kerugian yang diakibatkan pergerakan tanah ini mencapai Rp100 juta ( Seratus juta rupiah ),” sambung Suryana.

Baca juga:  Jalan Nasional Bagbagan - Kiaradua Sukabumi Kembali Longsor

Di sisi lain petugas turut melakukan himbauan kepada warga masyarakat sekitar agar lebih waspada mengingat cuaca masih esktrem. Diharapkan warga dapat mewaspadai situasi dan kondisi cuaca saat ini.**

Pos terkait