Perkuat Ketahanan Pangan, Desa Ciparay Kembangkan Usaha Ayam Petelur Lewat BUMDes Berokah

Foto: Ternak ayam petelur milik BUMDes Barokah, Desa Ciparay Kecamatan Jampangkulon.| dok: bumdes barokah/ist

LINGKARPENA.ID | Pemerintah Desa Ciparay, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan desa. Salah satunya dengan merealisasikan penyertaan modal sebesar Rp250 juta kepada BUMDes Berokah, yang difokuskan pada pengembangan usaha ayam petelur. Kamis ( 8/01/2026 ).

Penyertaan modal tersebut diwujudkan dalam bentuk pengadaan 1.000 ekor ayam petelur, lengkap dengan pembangunan kandang dan penyediaan pakan. Program ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus memperkuat ketersediaan pangan berbasis potensi lokal.

Kepala Desa Ciparay, Asep Saipudin, yang akrab disapa Asep Vespa, mengatakan bahwa program ini merupakan langkah strategis desa dalam memanfaatkan regulasi anggaran ketahanan pangan melalui BUMDes.

Baca juga:  Jutaan Rupiah Menanti Para Juara di Bupati Cup dan Cikarang Cup ke-5 Tahun 2025

“Alhamdulillah, dengan adanya kebijakan anggaran ketahanan pangan yang dikelola BUMDes, Desa Ciparay bisa merealisasikannya dalam bentuk usaha ayam petelur. Bibit masuk pada 9 Oktober, dan sekarang sudah mulai bertelur,” ujar Asep.

Saat ini, produksi telur telah mencapai sekitar 60 persen dari kapasitas maksimal. Dari 1.000 ekor ayam yang dipelihara, produksi harian berada di kisaran 25 hingga 26 kilogram telur per hari, dengan ukuran telur yang masih relatif kecil karena merupakan fase awal produksi.

Baca juga:  Anang Janur, Dewan PDIP Gelar Reses Dua Tempat di Pajampangan

“Ini masih telur pertama, jadi ukurannya kecil-kecil. Per kilonya sekitar 20 butir. Tapi setiap hari ada peningkatan, sekitar 30 sampai 35 ekor ayam tambahan yang mulai bertelur,” jelasnya.

Asep menambahkan, hasil produksi telur kini sudah mampu menutup biaya pakan harian. Bahkan, permintaan pasar justru lebih besar dibandingkan kapasitas produksi yang ada.

“Untuk pemasaran, alhamdulillah sangat tinggi. Kami malah kewalahan karena produksi masih belum mencukupi kebutuhan pasar. Ini jadi peluang besar untuk pengembangan ke depan,” katanya.

Ke depan, BUMDes Berokah berencana memperluas skala usaha, termasuk membentuk unit pemasaran ketahanan pangan desa serta menjalin kerja sama dengan pemasok SPPG di wilayah Kecamatan Jampangkulon. Langkah tersebut diharapkan dapat memperpendek rantai distribusi dan memudahkan masyarakat dalam memperoleh kebutuhan lauk-pauk sehari-hari.

Baca juga:  Dampingi PJO TMMD 117, Sekda: "Optimalisasi Pembangunan Daerah Wujudkan Desa Mandiri"

Melalui program ini, Pemerintah Desa Ciparay berharap BUMDes tidak hanya mampu menjaga dan mengembangkan aset yang telah ada, tetapi juga terus berinovasi dalam membuka unit-unit usaha baru yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya warga Desa Ciparay dan masyarakat Pajampangan pada umumnya.

Pos terkait