LINGKARPENA.ID | Hamparan pasir yang bersih, deburan ombak yang berirama, serta hembusan angin laut yang menenangkan menjadikan Pantai Taman Pandan sebagai salah satu destinasi favorit wisatawan pada libur Lebaran 1447 Hijriyah. Terletak di Kampung Warung Waru, Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, pantai ini seolah menjadi oase bagi mereka yang ingin melepas penat dari hiruk pikuk perkotaan.
Meski tak sebesar kawasan Ujunggenteng yang hanya berjarak sekitar lima kilometer, Taman Pandan justru menawarkan suasana yang lebih teduh dan bersahaja. Keindahan alamnya terasa begitu alami—perpaduan garis pantai yang landai, hijaunya pepohonan di tepian, serta panorama laut lepas yang memanjakan mata.
Sejak pagi hingga sore hari, gelombang pengunjung terus berdatangan. Tawa anak-anak yang bermain pasir berpadu dengan suara ombak menciptakan harmoni khas liburan pantai. Banyak keluarga memilih menggelar tikar, menikmati bekal sambil memandangi cakrawala yang luas.
Wandi (34), wisatawan asal Bogor, mengaku takjub dengan pesona Taman Pandan yang menurutnya masih alami.
“Tempat ini sangat pas untuk acara keluarga. Suasananya tenang, tidak terlalu ramai seperti tempat lain. Daerah Pajampangan memang gudangnya objek wisata. Jujur saya kagum,” ujarnya sambil mengawasi anak-anaknya bermain di tepi pantai.
Hal serupa disampaikan Sari (28), pengunjung asal Bandung. Ia mengaku baru pertama kali datang ke Taman Pandan dan langsung jatuh hati.
“Airnya jernih, pantainya bersih, dan pemandangannya luar biasa. Ini hidden gem yang wajib dikunjungi. Saya pasti akan kembali lagi ke sini,” katanya.
Di balik ramainya wisatawan, terselip cerita kebahagiaan dari warga sekitar. Libur Lebaran kali ini menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang yang membuka lapak di sepanjang pantai.
Seorang pedagang kelapa muda yang menolak ditulis jati dirinya mengaku penjualannya meningkat drastis dibanding hari biasa.
“Alhamdulillah, sejak H+2 Lebaran sampai sekarang ramai terus. Sehari bisa jual dua sampai tiga kali lipat dari biasanya,” ungkapnya dengan wajah sumringah.
Sementara itu, Rina (32), pemilik warung makanan sederhana, juga merasakan hal yang sama.
“Biasanya sepi, tapi sekarang hampir tidak pernah berhenti melayani pembeli. Banyak yang cari mie instan, kopi, sama gorengan. Ini rezeki Lebaran buat kami,” tuturnya.
Keindahan Pantai Taman Pandan bukan hanya soal panorama, tetapi juga tentang bagaimana alam mampu menghidupkan harapan. Di tengah debur ombak dan semilir angin, pantai ini menghadirkan kebahagiaan sederhana—bagi wisatawan yang datang mencari ketenangan, maupun bagi warga yang menggantungkan harapan dari ramainya kunjungan.
Taman Pandan, dengan segala kesederhanaannya, telah membuktikan bahwa keindahan tak selalu harus megah. Cukup alami, hangat, dan penuh cerita.






