LINGKARPENA.ID | Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) mendesak Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi untuk segera merumuskan strategi konkret guna mengatasi krisis regenerasi petani dan isu ketergantungan pada pupuk kimia yang mengancam keberlanjutan sektor pangan daerah.
Dorongan ini disampaikan dalam Silaturahmi yang dilaksanakan pada Senin, 20 Oktober 2025, pukul 14:00 WIB, di Ruang Rapat Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, pada 20 Oktober 2025.
Krisis Generasi dan Ancaman Lahan
Anggota bidang organisasi IMM Faperta UMMI, Senopati Abdillah, menyatakan bahwa sektor pertanian Sukabumi, sebagai tulang punggung ketahanan pangan, tengah menghadapi tantangan serius.
“Secara nasional, proporsi petani muda (usia di bawah 34 tahun) hanya sekitar 11,5%. Kondisi di Kabupaten Sukabumi bahkan lebih mengkhawatirkan,” ujar Senopati.
Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, Senopati menyoroti bahwa petani milenial di Kabupaten Sukabumi hanya berkisar 0,99% dari total 2,77 juta jiwa penduduk.
“Begitu sedikitnya anak muda atau Gen Z yang berkecimpung di dunia pertanian bahkan belum mencapai 1%,” tambahnya.
Rendahnya minat ini didasari oleh citra profesi petani yang dianggap kuno, kotor, dan kurang menjanjikan secara ekonomi, diperparah oleh hambatan akses terhadap lahan, modal, teknologi, pasar dan maraknya alih fungsi lahan pertanian.
Strategi Masif Regenerasi dan Pertanian Berkelanjutan
M. Sultan Fardiyansah, dari IMM Faperta UMMI menekankan bahwa upaya regenerasi harus bersifat masif dan menciptakan ekosistem yang menarik.
“Kami menekankan kembali bahwa regenerasi petani bukan sekadar mengganti generasi tua dengan yang muda. Ini adalah proses membangun ekosistem pertanian yang menarik, produktif, dan berkelanjutan bagi anak muda. Kita perlu menciptakan ruang di mana bertani bukan hanya mungkin, tapi juga menjanjikan secara ekonomi dan sosial,” tutur Sultan.
Sultan F. mendorong sinergi antara pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat untuk membangun generasi petani baru yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus menjadikan pertanian sebagai sektor masa depan yang membanggakan.
Dorongan 3 Pilar Pertanian Berkelanjutan
IMM Faperta UMMI juga menyoroti isu ketergantungan petani terhadap pupuk kimia, yang menyebabkan kerusakan struktur tanah, hilangnya unsur hara alami dan peningkatan biaya produksi.
Aisyah Naurah Shyfa Anggota bidang Hikmah Politik dan Kebijakan Publik IMM Faperta UMMI menyoroti pentingnya mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan dengan implementasi 3 pilar: “Planet, People, Profit.”
“Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan telah membuat tanah keras, kualitas air menurun, dan petani terjebak dalam lingkaran ketergantungan. Kami mendorong transisi menuju pupuk organik dan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, memastikan bahwa keberlanjutan tanah (Planet) sama pentingnya dengan hasil panen dan kesejahteraan petani (People dan Profit),” tegas Aisyah.
Mahasiswa: Mitra Strategis dan Kritis Pemerintah
Menanggapi tantangan tersebut, Encep Padilatulfatihah Kabid Hikmah Politik dan Kebijakan Publik IMM Faperta UMMI menekankan potensi besar mahasiswa dalam mendukung pembangunan pertanian.
“Petani, mahasiswa, dan pemerintah daerah semuanya harus bersatu dan saling menguatkan. Dengan jumlah mahasiswa aktif Faperta yang tersebar di hampir setiap desa di 47 kecamatan, kami siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjalankan program pertanian berkelanjutan, baik melalui sosialisasi, edukasi, maupun pendampingan petani di lapangan,” kata Encep.
Lebih lanjut, Encep Padilatulfatihah juga menegaskan peran mahasiswa sebagai mitra kritis yang akan memberikan pandangan dan masukan berbasis data untuk memperkuat kebijakan pertanian yang berpihak kepada petani.
“Kekuatan terbesar bukan pada modal, tapi pada semangat dan pengetahuan. Dan keduanya ada pada generasi muda yang mau turun ke dunia pertanian,” tutupnya.
Tanggapan Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi
Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi H. Denis Eriska, S.P., M.SI mengungkapkan bahwa pihak nya menerima masukan dan berkenan untuk bermitra dengan mahasiswa sebagai bentuk dari Strategi untuk memasifkan proses regenerasi petani dan mengupayakan pembangunan pertanian berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi.
PK IMM Faperta UMMI berharap Silaturahmi ini menjadi awal perumusan strategi operasional untuk menjadikan profesi petani sebagai pilihan yang bermartabat, sejahtera, dan didukung oleh ekosistem agribisnis yang modern di Kabupaten Sukabumi.






