LINGKARPENA.ID – Potensi alam yang sudah digali dan pemberdayaan turut dilakukan oleh sekelompok warga di wilayah Kampung Kadulawang, Kelurahan Cipanengah, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi ini. Diketahui dua tahun lalu membentuk Kelompok Pembudidaya Ikan dengan nama Pokdakan Sauyunan. Namun hingga saat ini belum dapat memberikan penghasilan bagi anggotanya.
Keluhan tersebut disampaikan oleh Humas Pokdakan Sauyunan, Hendra Brow, kepada Lingkarpena.id. Senin, 18/04/2022. Menurutnya
Pokdakan Sauyunan Kadulawang, berdiri pada 17 Agustus 2020 ini masih taraf belajar atau bisa dikatagorikan masuk ke tahap pemula.
Pokdakan Sauyunan sendiri beberapa waktu lalu dilakukan tahap seleksi dan peninjauan langsung ke lokasi oleh Penyuluh DKP3 Kota Sukabumi serta tim Penilai dari Kementerian Kelautan dan Perikanan [KKP].
Saat ini, Pokdakan Sauyunan selain membudidayakan Ikan, turut membenahi wilayah sekitar lokasi agar terlihat bagus. Sebelumnya lokasi Pokdakan tidak terurus dan terlihat kotor. Bahkan warga sekitar pun enggan untuk beraktifitas disekitar lokasi karena kondisinya gelap serta terlihat tidak nyaman.
“Kelompok Pembudidaya Ikan ini dibentuk dari kelompok warga sekitar dengan tujuan kebersamaan dalam membenahi lokasi sambil membudidayakan ikan. Ya alhamdulillah lokasi rapi, nyaman bisa terwujud atas kesadaran dan rasa memiliki dari warga. Memang tidak mudah melakukan hal itu. Tapi lebih baik mencoba dari pada tidak sama sekali,” ujar Humas Pokdakan, Selasa, (19/4/22).
Menurut Brow, awal berjalan yang dilakukan Pokdakan tidak semudah membalikan telapak tangan. Banyak hambatan dan tantangan, baik segi materi maupun kesiapan mental jelas diuji untuk bisa terus berjalan. Terkadang apa yang dilakukan tidak mendapat penghargaan baik dari pemerintah maupun warga. Namun semua itu menjadi acuan dan cambuk untuk mencapai sebuah kesuksesan.
“Ya siapa lagi yang mau peduli kepada wilayahnya, selain kita sebagai warganya. Warga sekitar juga melihat siapa yang telah berperan untuk pembangunan diwilayah, memberikan support, sehingga dapat menjadi kebanggaan dan bermanfaat bagi warga sekitar,” terangnya.
Brow berharap, apa yang dikelola oleh Pokdakan Sauyunan ini dapat memberi manfaat bagi warga sekitar sehingga bisa mengangkat wilayahnya menjadi area wisata warga lokal. Selain itu Ikan yang dikelola Pokdakan turut memberikan penghasilan bagi kelompok.
“Itulah yang menjadi kendala di Pokdakan ini. Saat ini belum menghasilkan yang sesuai diharapkan karena faktor pemasaran. Pembeli ikan baru ditataran warga sekitar sehingga penjualan tidak maksimal. Ikan banyak, pakan terus dilakukan, namun karena pemasaran tidak ada sehingga kami kewalahan. Malah suatu waktu kami pernah udunan anggota untuk beli pakan karena tidak ada penghasilan. Hasil penjualan hanya cukup untuk mengembalikan uang, akhirnya banyak anggota yang mundur dan kecewa,” ulasnya.
Saat ini Pokdakan Sauyunan memiliki 5 kolam, seluruhnya diisi ikan Nila. Diantaranya ada kolam Indukan Ikan Nila Merah yang siap dijual, namun terkendala pemasaran. Sementara minat warga sekitar kurang respon sehingga menimbulkan Besar Pasak dari pada Tiang.
“Saya harap Pemerintah Daerah dapat memberikan solusi dan membantu Kelompok ini terutama dalam bidang pemasaran yang masih belum terpecahkan. Beberapa hari ini, kami kesulitan untuk memberikan pakan karena anggaran sudah tidak ada. Apalagi kondisi perekonomian cukup dirasakan warga sedang kurang baik sejak pandemi Covid 19 melanda,” ungkapnya.
Sebelumnya, Brow pernah mempunyai inisiatif untuk mengantisipasi hal tersebut dengan melakukan pembenahan wilayah dan menatanya untuk dijadikan Kampung Wisata Edukasi. Melalui Ikan yang dikelola dapat dimanfaatkan sebagai sarana wisata dan konsumsi pengunjung yang datang ke lokasi. “Sambil Menyelam Minum Air”. Sambil berwisata, Ikan pun terjual untuk konsumsi.
Namun terkendala akan aturan menjadi sebuah Destinasi Wisata, terkait lokasi yang kurang luas dan beberapa persyaratan lainnya sehingga semua itu belum dapat terwujud.
“Potensi sudah kita angkat, kolaborasi sudah dijalankan, sebagian warga sudah mau peduli menjaga kebersihan lingkungannya dan bahkan lokasi Pokdakan sudah banyak orang ikut berswafoto, bahkan sudah dikunjungi untuk Makan Nasi Liwet dan Nila Goreng kita, namun dikarenakan tidak kontinyu dan cenderung masih mengandalkan anggaran pribadi dan anggota, tentunya belum dapat maksimal,” ucap Humas Pokdakan Sauyunan.
Lanjut Brow, apa yang diharapkan menjadi Wisata Lokal warga sekitar dapat berdampak pada perekonomian dan bergeliatnya para pelaku UMKM warga di lokasi wisata.






