LINGKARPENA.ID | Kaum hawa di Kampung Sindangjaya 1 Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, punya aktivitas baru selain sebagai ibu rumah tangga pada umumnya.
Kini mereka para ibu-ibu ini disibukan dengan aktivitas membuat berbagai kerajinan tangan yang mempunyai nilai jual dari bahan dasar daun Pandan laut.
Beberapa hasil kerajinan yang mereka buat diantaranya konyen, tas selempang, gelang dan tas selempang panjang, mulai dilirik peminat. Harga kerajinan yang mereka buat sangat terjangkau, cukup murah tetapi tidak murahan.

“Karena kegiatan ini baru, jadi saya tidak menghitung untung rugi, yang penting produksi dulu dan mengutamakan kualitas, soal keuntungan nanti juga mengikuti,” kata Siti Rahma alias Teh Kuneng, kepada Lingkar Pena Kamis (22/8).
Kesulitan dalam membuat barang kerajinan ini, kata Teh Kuneng, adalah soal proses pembuatan bahan bakunya. Untuk mendapatkan daun pandan siap anyam, ada beberapa tahapan yang dilalui.
Daun pandan yang masih hijau disewir menjadi beberapa helai berukuran kecil. Namun sebelumnya terlebih dahulu dilakukan pembuangan duri duri pada daun pandan. Setelah daun pandan disewir menjadi kecil lalu direbus selama beberapa menit.
“Tujuan perebusan itu untuk melenturkan daun pandan, juga untuk menghindari tumbuh jamur. Setelah itu daun pandan di jemur hingga kering selama dua hari,” papar Teh Kuneng.
Lanjut, kata dia, daun pandan kering itu lalu dihaluskan (diraut – Sunda) menggunakan pisau. Daun pandan yang sudah dihaluskan siap untuk dianyam menjadi berbagai barang kerajinan.
Untuk menghasilkan satu buah konyen (tas) dibutuhkan waktu satu hari. Dan saat ini kemampuan produksi perhari menghasilkan empat buah konyen.
Kegiatan ibu – ibu di Kampung Sindang jaya itu dimotori oleh Ida, ibu RT yang juga aktiv sebagai pengurus Kelompok Sadar Wisata ( Pokdarwis ) Minajaya Beach. Diakui Ida, kegiatan warganya itu diinisiasi oleh Pokdarwis Minajaya.
“Kegiatan ini adalah program Pokdarwis Minajaya. Kami disuport sepenuhnya oleh Pokdarwis. Selain membuat kerajinan dari daun pandan, ibu ibu di sini membuat pula dodol agar kering yang bahan bakunya dari laut Minajaya,” timpal Ida menambahkan.
Jusup Sadam, Ketua Pokdarwis Minajaya Beach mengungkapkan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi bagi kaum ibu-ibu pengrajin yang di desa Buniwangi, Kecamatan Surade.
“Kami berharap hasil penjualan dari kerajinan ini bisa membantu para pengrajin memenuhi kebutuhan rumah tangga masing-masing,” pungkas Sadam.






