Derita Sutarsih, Janda Renta di Surade Sukabumi

FOTO: Kondisi rumah janda renta, Sutarsih, warga Kelurahan/Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi.| dok; Jajang S

LINGKARPENA.ID | Rumah dengan ukuran 8 x 6 meter milik Sutarsih (59), warga RT 011/ RW 004 Kampung Kateu, Kelurahan/Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, kondisinya tidak layak huni.

Rumah yang dihuni 3 jiwa, Sutarsih dan kedua anaknya, Sutisna (37) serta Apriliani (18) sudah sejak lama mengharapkan bantuan dari pemerintah.

Kepada Lingkar Pena Sutarsih sendiri mengaku belum pernah tersentuh atau mendapatkan bantuan dari pemerintah lewat program Rutilahu (rumah tidak layak huni).

Rumah yang dihuni Sutarsih dengan dua orang anaknya tersebut kondisinya kian memprihatinkan. Bagian atap yang bocor dibeberapa sudut rumah, dengan kayu-kayu yang sudah lapuk dikhawatirkan ambruk.

Perempuan renta itu mengatakan, Ia dan anggota keluarga selalu merasa was – was rumahnya akan ambruk, apalagi jika terjadi hujan deras disertai angin kencang.

Baca juga:  Sayyid Agil: Apresiasi GDSS Cirenghas Santuni Yatim Piatu dan Jompo

“Dengan kondisi rumah yang sudah lapuk ini kami kerap dihantui rasa takut. Iya takut rumahnya ambruk. Iya, palagi bila ada hujan dan angin kencang ,” jelasnya.

Dia mengeluhkan apalah daya, Ia bersama keluarga cuma bisa berdoa, meminta keselamatan agar tidak terjadi hal yang buruk menimpa keluarganya.

Sutarsih pun berharap ratapannya didengar oleh para pemangku kebijakan. Pasalnya didata sudah, katanya tiap ada kesempatan diajukan, namun bantuan pemerintah yang diharap belum kunjung datang.

Lanjut Sutarsih, harapan besar dalam hati dirinya ingin memperbaiki rumah miliknya itu. Namun harapan itu terbentur dengan masalah biaya. Jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk biaya keseharianpun masih susah.

“Ya pak, jangankan untuk perbaiki rumah, untuk memenuhi biaya hidup sehati-hari saja masih jauh dari kata terpenuhi. Maka itulah kami sangat berharap pihak pemerintah melirik kami untuk segera memberikan bantuan program rumah tidak layak huni,” tandas Sutarsih.

Baca juga:  Warga Sukabumi Ditemukan Tewas di Areal Pesawahan

Sutarsih tak memiliki pekerjaan. Untuk kebutuhan makan sehari hari saja kadang dibantu saudara dan kerabat. Terkadang dapat dari tetangganya.

Sementara anak sulungnya, Sutisna, hingga kini belum memiliki pekerjaan, tidak bekerja. Tapi sesekali ia bekerja jika ada tetangga yang memerlukan tenaganya sebagai kuli tani.

Ketua RT 011/004 setempat, Saefuloh membenarkan, bahwa rumah milik keluarga Sutarsih tersebut sudah tidak layak huni, dikarenakan kondisi bangunan sudah sangat menghawatirkan.

Saefuloh menandaskan keluraga Sutarsih tersebut merupakan salah satu warganya yang dikatagorikan kurang mampu dan belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah.

Baca juga:  Hari Mangrove Sedunia, Lanal Bandung Gandeng Forkopimda Tanam Ribuan Mangrove di Selatan Sukabumi

Padahal pihaknya sudah mendata dan melaporkan baik itu melalui Kelurahan atau dinas sosial tentang kondisi rumah tersebut, namun sampai saat ini belum membuahkan hasil.

Ditemui di Kantornya, Lurah Surade Handri Sukarta angkat bicara soal itu. Menurutnya, rumah milik Sutarsih dalam proses pengusulan ke pemerintah kabupaten. Dan katanya, tahun sebelumnya pernah diusulkan.

“Tahun sebelumnya telah kami usulkan. Karena keterbatasan anggaran ya tentunya harus sabar. Kami lihat prioritas mana yang lebih layak di dahulukan,” jelas Handri kepada lingkarpena, Rabu (22/05/2024).

Lebih lanjut kata Handri, pihaknya selalu mengintruksikan kepada para ketua RT untuk selalu mendata rumah yang tidak layak huni untuk diusulkan ke pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Pos terkait