Polemik Video Bangunan MD Al-Hidayah, Camat Lengkong Angkat Bicara

Forkopimcam Lengkong saat berada di lokasi bangunan Madrasah Diniyah Al-Hidayah yang sempat viral.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Belakangan ramai silang pendapat di sebuah grup Whatshapp terkait pemberitaan kondisi bangunan Madrasah Diniyah Al-Hidayah Kampung Ciburih, Desa Cilangkap, Lengkong Kabupaten Sukabumi, yang di upload Relawan Jampang Peduli (Jampe).

Sejalan itu, media online Lingkar Pena.id, pada Rabu, 13 Maret 2024, melansir pemberitaan serupa. Berlanjut, sehari kemudian, Kamis, (14/3/2024), kembali Lingkar Pena.id menurunkan pemberitaan serupa dengan judul “Forkopimcam Lengkong Sambangi Lokasi MD Al Hidayah”.

Berita itu beredar di jejaring grup Whatshapp di Pajampangan dan menuai beragam pendapat. Yang jadi masalah, di grup Whatshapp tersebut pun beredar pula video sebuah bangunan yang diklaim pengunggahnya dengan narasi; “Klarifikasi bahwa disekitar bangunan Madrasah Diniyah Al- Hidayah sudah ada bangunan hasil swadaya warga” begitu isi narasi tersebut dan memantik silang pendapat anggota grup Whatshapp itu.

Baca juga:  Lapuk, Plafon MD Nurul Islam Cirendang Ambruk

Asumsi pun liar, silang pendapat menguat dan berujung pada justice for news pada media yang pertamakali menaikan pemberitaan tersebut.

Padahal pada berita Lingkar Pena bertajuk Forkopimcam Lengkong Sambangi Lokasi MD, Kamis ( 14/3/2024 ) dimuat kutipan Pengelola Madrasah Diniyah Al- Hidayah, Suhendar, yang menyatakan bahwa video yang diupload Relawan Jampang Peduli (Jampe), benar adanya dan bukan setingan.

Baca juga:  Transformasi SMK melalui Program Bantuan Pemerintah, Ini 5 Program Utamanya

Padahal, ketika Suhendar menyampaikan klarifikasi pun disaksikan jajaran Forkopimcam, Babinsa, Babinkamtibmas, Kepala Desa, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat.

Terkait kasus ini, Camat Lengkong Ade Richman, S.Ag, angkat bicara. Menurutnya, kata dia, video bangunan layak yang beredar itu adalah bangunan majlis taklim atau ponpes, bukan bangunan madrasah diniyah.

“Karena siswa madrasah Diniyah jumlahnya mencapai 53 orang maka proses belajar mengajar sebagian di gubuk bekas langgar dan sebagian lagi di majlis taklim, tapi tetap peruntukan madrasah Diniyah tersebut adalah yang di gubuk bekas langgar,” jelas Ade kepada Lingkar Pena, Kamis¬† (14/3/2024).

Baca juga:  Sekda Paparkan Visi Misi dan Potensi Kabupaten Sukabumi pada Diklat KKN STAI Syamsul Ulum

Senada dengan Camat Lengkong, Kepala Desa Cilangkap, Mista, membenarkan kalau Madrasah Diniyah AlHidayah Ciburih belum memiliki bangunan.

“Setahu saya madrasah Al-Hidayah sampai saat ini belum memiliki bangunan dan pernah muncul video bangunan layak itu bukan bangunan madrasah, tapi itu bangunan majelis taklim,” urai Mista.

Pos terkait