LINGKARPENA.ID | Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-78, Polsek Surade Polres Sukabumi menggelar kegiatan Bhakti Kesehatan Gerakan Intervensi Serentak untuk mencegah stunting.
Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Puskesmas Surade, Kelurahan/Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi pada hari Rabu, 26 Juni 2024, dimulai pukul 09.00 WIB.
Dalam sambutannya, Kapolsek Surade Polres Sukabumi Iptu Ade Hendra menekankan pentingnya kolaborasi antara Polsek Surade, Forkopincam dan semua stikholder juga masyarakat dalam upaya pencegahan stunting.
“Kami berharap dengan pementasan stunting ini, masyarakat bisa meraih kesejahteraan, dan ke depannya, kegiatan ini akan dilaksanakan melalui posyandu di setiap desa dengan tujuan zero stunting di wilayah Kecamatan Surade,” ujarnya.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Camat Surade U. Suryana, Kepala Puskesmas Surade dr. Alex Kisumah, Danramil Surade, UPTD Dalduk Surade dan Kader Pembangunan Masyarakat (KPM) Desa.
Diskusi terbuka juga dilakukan untuk mendengarkan aspirasi dan curhatan langsung dari masyarakat terkait isu-isu kesehatan.
Kegiatan berjalan sesuai rencana dan kondusif, menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat kesehatan masyarakat di wilayah hukum Polres Sukabumi.
Usai acara tersebut Camat Surade U. Suryana kepada lingkarpena.id menuturkan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan rembug penanganan penurunan stunting tingkat Kabupaten Sukabumi.
“Saya sangat apresiasi dengan kegiatan ini, terlebih apa yang dilakukan Kapolsek Surade, yakni memberikan bantuan kepada anak penderita stunting,” jelas Suryana.
Kedepannya, kata Suryana, kegiatan ini untuk tingkat kecamatan Surade namanya lelang kebajikan. Sehingga anak penderita stunting akan menerima bantuan yang sama.
Sementara Kepala PPK BLUD UPTD Puskesmas Surade dr. Alex Kusumah menuturkan, bahwa kegiatan rembug stunting ini harus ada monitoring dari semua instansi, terjadi penurunan atau tidak.
“Kemarin kita sudah melakukan intervensi pengukuran anak stunting, ibu hamil, dan KEK anemia. Pencapaiannya baru 97,6 persen. Jadi masih ada sekitar 2,4 persen lagi. Kita arahkan harus 100 persen,” papar dr. Alex.
Lebih lanjut Alex menuturkan, apabila kasusnya sudah berupa stunting maka dilakukan tetapi awal. Apabila tidak berhasil maka akan diarahkan apakah itu karena ada penyakit penyerta lainnya.
“Untuk kecamatan Surade tidak termasuk rawan, kita diangka 10,17 persen. Alhamdulilah kita dibawah standar rawan,” pungkasnya.






