LINGKARPENA.ID – Korban hanyut di aliran Sungai Cibubuay, terjadi sekitar pukul 14:00 WIB sore pada Selasa, 21 Desember 2021. Korban hilang terbawa arus sungai saat hendak meraih Kayu, kemudian terpleset lalu jatuh ke arus deras sungai Cibubuay Sagaranten.
Diketahui korban bernama Abdul Rohman, (19) asal warga Cileleur, Desa Hegarmanah, Kecamatan Takokak Kabupaten Cianjur. Korban hanyut di sungai Cibubuay tepatnya di Kampung Sindanghayu RT 04/04 Desa Curugluhur, Kecamatan Sagaranten Kabupaten Sukabumi, hingga saat berita diterbitkan belum diketemukan.
Menurut keterangan kedua saksi mata di lokasi kejadian, Saprudin dan Naih menjelaskan, pada saat keduanya sedang bersama dengan korban.
“Korban terpleset saat hendak menyelamatkan Kayu yang terbawa arus Sungai. Kondisi hujan, pijakannya licin lalu korban terpleset dan hanyut terbawa arus sungai,” ujar kedua saksi.
Kejadian berawal saat korban bersama dengan rekan-rekannya yang berjumlah 7 (tujuh) orang. Korban diajak bekerja oleh saudara Srod untuk mengambil kayu Albasiah, yang akan dihanyutkan oleh rekan lainnya melalui arus sungai Cibubuay. tersebut. Dimana kayu yang telah ditebang beberapa hari lalu itu lokasinya sulit untuk diangkut menggunakan sepeda motor apalagi roda 4.
Menurut keterangan saksi-saksi yang juga rekannya, jalan pintas yang harus dilakukan untuk mengambil kayu yang satu-satunya yaitu melalui arus sungai Cibubuay dengan cara dihanyutkan.
“Sekira pukul 13.00 WIB Sirod membagi tugas untuk mengambil kayu tersebut. Yang mana saudara Yanyan dan Jaenal bertugas untuk menghanyutkan kayu dari lokasi penebangan. Korban dan Naih menunggu di Jembatan Cibubuay. Sedangkan Sirod dan Pudin menunggu di Muara Cibubuay,” ucap Saprudin.
Lanjut Saprudin, namun dikarenakan hujan turun cukup deras dan aliran sungai meluap, maka Yanyan menginstruksikan untuk tidak menghanyutkan kayu itu. Dan untuk sementara rekan lainnya juga berteduh. Tapi si korban ini, melihat ada kayu yang melintas di aliran sungai Cibubuay, kemudian dia berusaha untuk meraih kayu yang melintas di sungai tersebut.
“Ya, karena lokasi licin karena hujan turun deras maka korban terpeleset dan jatuh ke dalam aliran arus sungai. Hingga saat ini korban belum dapat ditemukan keberadaannya,” jelas Saprudin.
Reporter: Aris Ram
Redaktur: Akoy Khoerudin






