Program Rehabilitasi Narkoba Lapas Warungkiara, Ini Pesan Kalapas dan WBP

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Lapas kelas IIB Waarungkiara, Ahmad Tohari, saat memberikan keterangan pers usai penutupan program rehabilitasi sosial narkoba warga binaan tahun anggaran 2022 di Aula Gazebo Lapas Warungkiara, Selasa (3/8/22).| Foto: Ahmad Zazuli

LINGKARPENA.ID | Program rehabilitasi sosial narkoba di Lembaga Pemasyarakatan Warungkiara resmi ditutup oleh Kepala Lapas Ahmad Tohari di Aula Gazebo, Lapas Warungkiara, Rabu, 3 Agustus 2022.

Pada kegiatan penutupan tersebut turut hadir BNNK Kabupaten Sukabumi, yang diwakili Kasi rehabilitasi Bambang Sutejo, Konselor, jajaran petugas lapas serta 200 warga binaan pemasyarakatan yang mengikuti program rehabilitasi tahun anggaran 2022.

Kalpas dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap BNNK atas program yang sudah dibangun, sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik hingga akhir.

Momen foto bersama | Akoy Khoerudin

“Ini merupakan program khusus dari pemerintah melalui direktorat adanya rehabilitasi untuk khusus napi kasus narkoba. Makanya kami melakukan sinergitas dengan BNNK dibantu para konselor dengan tujuan mengingatkan akan bahaya narkoba,” ujar Tohari.

Baca juga:  Hakli Kabupaten Sukabumi, Ajak Masyarakat Kampanyekan CTPS

Menurut Tohari, warga binaan yang mengikut program rehab pada gelombang dua tersebut sebanyak 200 orang. Dia menjelaskan untuk yang sudah mengikuti semuanya 400 orang warga binaan melalui dua gelombang.

“Program rehabilitasi ini sempat tertunda karena pandemi covid-19. Kegiatan rehab ini berjalan selama 6 bulan khusus untuk 200 orang warga binaan. Untuk warga binaan narkoba sendiri jumlahnya ada 987 penghuni saat ini. 400 sekian itu kasus narkoba. Ya belum maksimal untuk kegiatan rehabnya,” terangnya.

Baca juga:  Gedung 3 RS Hermina Sukabumi Diresmikan

Kedepan kata Tohari, ia berharap untuk para pionir-pionir yang sudah menjalani rehab ini bisa menjadi sehat seutuhnya. Minimal dilingkungan pemasyarakatan bisa menunjukan prilaku positif dan harapan kedepan setelah mereka bebas bisa berhenti benar-benar dan menjauhi narkoba.

“Semoga program rehab ini terus berkelanjutan. Mudah-mudahan untuk tahun depan program rehab bisa terealisasi kembali,”

Sementara itu, salah satu perwakilan warga binaan yang mengikuti program rehabilitasi sosial Fajar menyampaikan ucapan terima kasih dengan program tersebut. Menurutnya, jika tidak ada kesadaran dari diri kita sendiri maka akan terus dihantui oleh narkoba. Dia mewakili warga binaan mengucapkan terima kasih kepada pihak Lapas, konselor dan BNNK Sukabumi yang telah membantu lepas dari jerat narkoba.

Baca juga:  Lapas Kelas IIA Warungkiara Gelar Makan Bareng Warga Binaan

“Semoga kami bisa memanfaatkan ilmu yang didapat disini. Juga untuk kawan-kawan WBP tetap semangat. Penjara bukan akhir dari segalanya. Semoga kami bisa menjadi insan yang bermanfaat dan berguna disini dan kelak sudah kembali ke masyarakat,” singkatnya.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan penyerahan plakat dan sertifikat kepada Konselor dan WBP yang turut mengikuti rehabilitasi serta pemberian bingkisan dari Lapas Warungkiara.

Pos terkait