Pulang Sekolah Berujung Teror Sajam, Dua Pelajar SMK di Cibadak Terluka

Aksi brutal jalanan yang melukai pelajar SMK di Cibadak. [gambar ilustrasi oleh AI/ist.net]

LINGKARPENA.ID | Langit mulai redup ketika lima pelajar SMKN 1 Cibadak melaju meninggalkan sekolah mereka, Jumat (8/5/2026) sore. Di atas dua sepeda motor, mereka pulang seperti biasa setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar. Namun perjalanan itu berubah menjadi mimpi buruk setelah sekelompok pelajar lain diduga menyerang mereka menggunakan senjata tajam di kawasan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

 

Dua siswa mengalami luka serius di bagian kepala akibat sabetan senjata tajam dan harus menjalani perawatan di RSUD Sekarwangi Cibadak.

 

Korban diketahui bernama Syahril Sopian, siswa kelas X asal Desa Cicareuh, Kecamatan Cikidang, serta Ramdani Gusti, siswa kelas XI asal Desa Babakan Jaya, Kecamatan Parungkuda.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden pertama terjadi sekitar pukul 17.00 WIB di Jalan Raya Siliwangi, dekat Bank BRI Unit Cibadak.

Baca juga:  Tragis! Pria Ditemukan "Gandir" di Cibadak Sukabumi

 

Saat itu Syahril berboncengan dengan dua rekannya, Asep dan Haikal. Sementara Ramdani dibonceng oleh Fatur. Ketika melintas dari arah Cibadak menuju Kota Sukabumi, mereka berpapasan dengan sekitar lima sepeda motor yang ditumpangi sekelompok pelajar lain.

 

Kelompok tersebut diduga membawa senjata tajam dan langsung mendekati motor yang dikendarai Syahril. Tanpa banyak bicara, salah seorang pelaku mengayunkan senjata tajam hingga mengenai kepala Syahril.

 

Dalam kondisi terluka, Syahril tetap berusaha mengendarai sepeda motor untuk menyelamatkan diri. Rekan-rekannya ikut memacu kendaraan menjauh dari lokasi.

 

Namun dua motor dari kelompok pelaku disebut berbalik arah dan terus mengejar korban hingga ke Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya di depan SDN 3 Cibadak.

 

Di lokasi kedua itulah Ramdani terkena sabetan senjata tajam dari arah belakang sebelum para pelaku melarikan diri.

Baca juga:  Puluhan Pelajar SMK Diamankan Polisi di Sukabumi

 

Kapolsek Cibadak Kompol I. Djubaedi, SH membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, anggota Polsek Cibadak langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.

 

“Petugas langsung mendatangi TKP untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi korban ke RSUD Sekarwangi agar segera mendapatkan penanganan medis,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima lingkarpena. id, Sabtu ( 9/5/2026 ).

 

Ia menjelaskan, kedua korban mengalami luka sobek di bagian kepala. Syahril mendapat 17 jahitan, sedangkan Ramdani harus menjalani lima jahitan.

 

“Alhamdulillah kondisi korban saat ini sudah mulai membaik dan masih dalam pemantauan,” katanya.

 

Polisi juga telah menerima laporan resmi dari keluarga korban. Penanganan kasus tersebut rencananya akan dilimpahkan ke Sat Reskrim Polres Sukabumi dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Baca juga:  Perampokan Jalanan Berhasil Digagalkan Sopir Angkot di Sukabumi

 

Dari hasil pemeriksaan awal, para pelaku diduga berasal dari sekolah lain. Sejumlah saksi menyebut beberapa pelaku mengenakan atribut yang identik dengan salah satu SMK di wilayah Cisaat.

 

“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku. Kami juga mengimbau kepada pihak sekolah dan orang tua agar bersama-sama mengawasi anak-anak supaya kejadian serupa tidak kembali terulang,” tegas Kapolsek.

 

Peristiwa ini menambah daftar panjang aksi kekerasan antar pelajar di jalan raya. Di usia yang seharusnya dipenuhi mimpi dan semangat belajar, dua remaja itu justru harus pulang dengan luka di kepala dan trauma yang belum tentu cepat hilang.

Pos terkait