Purna PMI Dilatih jadi Wirausaha. Disnakertrans Sukabumi : Supaya Tidak Ada Keinginan Untuk Berangkat Lagi Keluar Negeri

Sesi foto bersama Purna PMI Kabupaten Sukabumi usai mengikuti pelatihan kewirausahaan.| istimewa

LINGKARPENA.ID | Mengusung tajuk “Pembekalan Pemberdayaan Kewirausahaan Sub Kegiatan Pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia Purna Penempatan Tahun 2023, puluhan Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada di Kecamatan Cikakak mendapatkan pelatihan PMI dari Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi, Jumat (28/7/2023).

Kegiatan yang dilaksanakan di aula Balai Desa Cikakak Kecamatan Cikakak tersebut menurut Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Disnaketrans Kabupaten Sukabumi, Ade Sasmita, merupakan kegiatan rutinan dalam kurun dua tahun terakhir ini.

“Alhamdulillah selama kurang lebih dua tahun terakhir kita selalu rutin melaksanakan pelatihan- pelatihan kepada Purna PMI, sebelumnya kita juga sudah mengadakan kegiatan ini di wilayah Cikembar dan sekarang di Cikakak, tentunya Alhamdulillah hal ini bisa terlaksana melalui kolaborasi dengan beberapa pihak salah satunya PLUT KUMKM,” tutur Ade kepada Lingkarpena.id.

Baca juga:  Jika Mau Jujur, Hakim Adonara: Fee Proyek Adalah Lain-lain Pendapatan yang Sah?

Purna PMI sendiri, kata Ade, adalah sekelompok pekerja migran yang pernah bekerja di luar negeri dan telah kembali ke tanah air. Dengan demikian, adanya kegiatan pelatihan tersebut diharapkan bisa menumbuhkan jiwa wirausaha dan pengembangan diri para Purna PMI serta lunturnya keinginan mereka untuk kembali bekerja di luar negeri dan lebih memilih untuk berwira usaha di negeri sendiri.

“Harapan saya supaya Purna PMI itu tidak ada keinginan untuk berangkat lagi keluar negeri dan bisa berwirausaha di wilayahnya masing- masing,” tegasnya.

Baca juga:  Tiga Camat dan Puluhan Kades Ikuti Sosialisasi Tartib CPMI dan Penanggulangan Masalah PMI Timur Tengah

Sementara itu, narasumber pada kegiatan tersebut, Sundawan Salya mengatakan, UMKM merupakan konsep yang sangat bagus untuk di kembangkan dan pelakunya perlu di motivasi untuk meningkatkan semangat bahkan produksinya itu sendiri.

“Untuk meningkatkan produksi sampai terjual itu kan tidak mudah, disitu dibutuhkan sisi manajemen yg perlu di perbaiki. Ini tanggung jawab kita bersama meningkatkan kemampuan manajemen dari berbagai aspek. Jangan sampai pelatihan sekali terus dilepas, harus ada out come nya bukan hanya output”, ujarnya.

Baca juga:  PMI Asal Jampangtengah Sukabumi, Alami Kekerasan Majikan di Arab Saudi

Selain itu, kata Sundawan, UMKM merupakan pilar ekonomi nasional, karena UMKM jarang terkena resesi secara langsung. Ketika perusahaan- perusahaan terkena dampak langsung, tapi bagi pedagang sayur, pedagang gorengan atau apa saja yang di kualifikasikan sebagai UMKM, itu tidak pernah terkena dampak langsung.

“Hal ini yang harus di sentuh terus, alangkah baiknya pemerintah melihat realita di tingkat bawah. Ini merupakan tolak ukur yang riil, bahwa UMKM merupakan pilar ekonomi nasional. Dan yang paling penting perlu adanya pendampingan agar pelaku UMKM mendapatkan Out Come dari apa yg mereka kerjakan,” tutupnya.

Pos terkait