LINGKARPENA.ID | Patung Penyu di alun alun Gadobangkong Palabuhanratu yang viral dikabarkan hilang dari tempatnya. Sejumlah warga bertanya tanya soal raibnya ikonik itu. Namun, usut punya usut raibnya patung tersebut ternyata sedang dalam perbaikan di salah satu bengkel las di wilayah Cisolok.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi, Prasetyo membenarkan bahwa patung Penyu itu tidak hilang melainkan sedang dalam perbaikan oleh pihak penyedia proyek.
“Bukan hilang tetapi sedang diperbaiki oleh penyedia proyek,” ujarnya kepada awak media.
Menyoal rusaknya patung Penyu yang menghabiskan anggaran Rp 30 juta itu belakangan menjadi bahan bahasan publik, termasuk pejabat berwenang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, angkat bicara dan menuturkan bahwa kerusakan yang terjadi tidak lepas dari faktor lingkungan dan perencanaan awal.
“Nilai Rp 15,6 Miliar itu bukan hanya untuk patung penyu saja ya. Tapi nominal anggaran itu untuk penataan Alun-alun Gadobangkong secara keseluruhan,” terang Ade.
Dijelaskan Ade, untuk kedepannya Pemda menugaskan Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup untuk mengurus dan memonitor kondisi alun alun Gadobangkong tersebut.
“Kita harus menjaga lokasi tersebut. Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup sudah kami tugaskan untuk mengurusnya,” jelas Ade Suryaman.
Menyoal hilangnya patung Penyu, Ade mengaku baru mengetahuinya kalu patung tersebut sedang dalam perbaikan.
“Saya juga baru tahu kalau patung Penyu tersebut sedang diperbaiki. Jadi untuk kajian teknisnya bukan kewenangan kita ya,” paparnya.
Menurut Ade, Pemda Kabupaten Sukabumi kini telah mengambil langkah dengan melakukan pendataan dan menentukan langkah kedepannya untuk perbaikan setiap kerusakan yang ada di Alun alun Gadobangkong.
Meskipun belum ditentukan waktu pelaksanaan perbaikannya, namun Ade mengaku akan berusaha melakukan perbaikan tersebut.
“Kami berterima kasih kepala Pemda Provinsi Jawa Barat yang sudah membangun Alun alun Gadobangkong.
Tanpa bantuan provinsi, kita tidak bisa membangunnya,” pungkas Sekda.






