Rekomendasi Destinasi Wisata Sukabumi, Curug Luhur Ciracap yang Masih Perawan

FOTO: Keindahan Curug Luhur, salah satu destinasi wisata air terjun yang masih perawan di Kecamatan Ciracap Kabupaten Sukabumi.| dok.Jajang S

LINGKARPENA.ID | Kabupaten Sukabumi banyak merekomendasikan pilihan soal destisasi wisata. Seperti di wilayah Pajampangan memiliki banyak tujuan wisata berupa curug atau air terjun.

Salah satu yang masih perawan adalah Curug Luhur di Kecamatan Ciracap. Lokasi air terjun ini tepatnya berada di Kampung Cikawung, Desa Purwasedar yang bersebelahan dengan Desa Mekarsari.

Dikawasan itu terdapat empat Curug yang tak kalah indah. Diantaranya Curug Kancah, Curug Badag, Curug handap dan Curug Nyungsang. Keempat Curug tersebut hanya memiliki ketinggian belasan meter. Sementara Curug Luhur ketinggiannya sekitar 35 meter.

Baca juga:  Curug Bibijilan Nyalindung Sukabumi, Menawarkan Pesona Keindahan Air Terjun 7 Tingkat

Dua keuntungan jika berwisata ke tempat tersebut, pertama selain masih alami, juga masuk ke curug Luhur bayarnya tak ditarget, semampunya.

Lokasi objek wisata Curug luhur tidak sulit dijangkau. Dari keramaian pusat kota Ciracap sekitar 5 kilometer.

Untuk menjangkau Kampung Cikawung, perjalanan akan melintasi jalan kabupaten ruas Ciracap – Ujunggenteng. Dari kota Sukabumi berjarak 125 kilometer.

Apabila memilih langsung menuju Kampung Cikawung, maka perjalanan semakin singkat. Dari jalan kabupaten ruas Ciracap – Ujunggenteng, kendaraan masuk ke jalan kampung sejauh 750 meter lalu parkirkan kendaraan dan pengunjung berjalan kaki menaiki anak tangga sejauh 50 meter ke curug.

Baca juga:  Bupati Marwan Resmikan Tempat Destinasi Wisata Curug Sodong, di Kawasan Ciemas Geopark Ciletuh Palabuhanratu

Kepala Desa Purwasedar, Depi Susandi kepada lingkar pena menuturkan, saat ini objek wisata Curug Luhur dikelola oleh pemuda setempat. Dan untuk harga tanda masuk belum diatur nominalnya.

“Kami belum memberlakukan nominal, yang jelas sejak awal digalakan tahun 2019, tahun 2022 dilakukan penataan, hingga sekarang kami belum mematok harga,” singkat Depi.

Dijelaskan Depi, saat ini debit air Curug Luhur mulai berkurang. Bahkan, jika musim kemarau diatas tiga bulan debit air semakin mengecil.

Baca juga:  Wabup: Kabupaten Sukabumi siap Terima Kunjungan Wisatawan saat Libur Nataru

“Yang jadi kendala dalam mengelola objek wisata Curug adalah ketersedian debit airnya. Tapi alhamdulilah ke sini selalu saja ada pengunjung, walau tidak membludak,” ungkapnya.

Salah satunya Wanto (24) warga Bogor dan ke empat temannya mengaku sengaja datang ke objek wisata Curug Luhur di saat musim kemarau. Akunya, ia ingin mencoba untuk olah raga panjat tebing di arena yang basah.

Objek wisata Curug Luhur diyakini bakal menjadi destinasi wisata favorit kedepannya.

Pos terkait