LINGKARPENA.ID | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melaporkan sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi yang terjadi berturut-turut sejak Kamis hingga Jumat, 4–5 Desember 2025. Hujan deras dengan durasi lama menjadi faktor utama pemicu tanah longsor, banjir, pergerakan tanah, dan pohon tumbang di berbagai wilayah. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka dalam seluruh kejadian.
Kamis, 4 Desember 2025
1. Longsor di Gunungguruh
Hujan deras memicu beberapa kejadian longsor di Kecamatan Gunungguruh:
Kampung Pasir Ipis RT 38 & 40 RW 08, Desa Gunungguruh (18.00 WIB)
TPT longsor menimpa dua rumah milik Uus (1 KK/4 jiwa) dan Maman (1 KK/4 jiwa).
Kampung Cibolang Awi Nenggang RT 04 RW 02, Desa Mangkalaya (15.00 WIB)
Tebing setinggi 4 meter longsor menimpa dinding ruang keluarga rumah milik Sai (1 KK/5 jiwa) dan mengancam dua rumah lainnya.
Kampung Cipicung RT 07 RW 05, Desa Cibolang (15.00 WIB)
Longsor sepanjang 30 meter menutupi bahu jalan desa serta mengancam satu rumah warga.
2. Banjir di Kecamatan Gunungguruh
Kampung Cibencoy RT 01 RW 01, Desa Mangkalaya (15.00 WIB)
Luapan Sungai Cikupa akibat penyempitan saluran menyebabkan banjir yang merendam rumah dan kolam milik 11 KK/35 jiwa.
Kampung Limusnunggal RT 22 RW 10 & Kampung Bojongduren RT 13 RW 06, Desa Cibentang (15.00 WIB) Banjir merendam tiga rumah milik Dede, Solihin, dan Encup.
3. Longsor di Cisolok
Kampung Linggarjati RT 05 RW 06, Desa Caringin (13.30 WIB). Material longsor menutup jalan desa sepanjang 20 meter dengan tinggi 4 meter.
4. Banjir dan Longsor di Kecamatan Simpenan
Cuaca ekstrem menyebabkan banjir di Desa Cidadap, Desa Loji, dan Desa Mekarasih. Banjir pemukiman: 4 rumah di Kampung. Ciwaru Girang RW 03, Desa Loji, terdampak.
Longsor: Jalan Bagbagan–Mekarasih tertutup material dengan lebar 5 meter; sebagian telah dibersihkan. Kerusakan fasilitas umum: Dua jembatan desa di Cidadap dan Loji mengalami kerusakan.
Jumat, 5 Desember 2025
1. Longsor di Sukabumi, Gunungguruh, Parakansalak, dan Ciemas. Serangkaian longsor kembali terjadi sejak dini hari:
Kampung Cipicung RT 15 RW 06, Desa Cibitung, Sagaranten (02.00 WIB). Sayap jembatan penghubung dua kampung ambruk, dengan kerusakan sepanjang 10 meter. Akses R2 dan R4 terputus.
Kampung. Citiis RT 03 RW 05, Desa Mekarsakti, Ciemas (03.30 WIB).
Pondasi dan sayap jembatan Citiis roboh setelah hujan intensitas tinggi.
Kampung Sangkali RT 01 RW 06, Desa Sukatani, Parakansalak (04.30 WIB)
Longsor menimpa jalan desa (P 7 m, T 6 m, L 1 m). Jalan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.
Kampung Citungge RT 01 RW 02, Desa Boyongsari, Bantargadung (16.00 WIB)
Longsor sepanjang 6 meter menutup akses jalan desa penghubung dua kampung.
Kampung Cigadog RT 03 RW 15, Desa Cikembar (15.30 WIB). Longsor menimpa rumah Saepudin (1 KK/5 jiwa).
Kampung Gunungjati RT 07 RW 02, Desa Cikahuripan, Kadudampit (17.25 WIB)
Rumpun bambu terbawa longsor hingga menutup jalan kabupaten menuju Pasir Datar.
2. Pergerakan Tanah di Kecamatan Nagrak
Kampung Cibodas RT 04 RW 09, Desa Cisarua (00.30 WIB)
Tanah amblas merusak rumah milik Iis Iriyanah (2 KK/3 jiwa). Retakan terjadi pada lantai, pondasi, dinding, dan atap bagian belakang.
3. Banjir di Kecamatan Sukabumi
Kampung Selaawi Kulon RT 15 RW 04, Desa Warnasari (14.30 WIB). Satu rumah milik Ida Raidaryati terendam banjir.
4. Longsor di Warnasari
Kampung Cisarua Girang RT 08 RW 02, Desa Warnasari (14.30 WIB). Longsor terjadi di belakang rumah Aan Anjarwati. Tiga rumah terancam dan akses jalan lingkungan tertutup material.
5. Cuaca Ekstrem dan Pohon Tumbang di Simpenan
Kampung Bojongkopo RT 04 RW 01, Desa Loji (15.30 WIB).
Satu pohon dan satu tiang listrik tumbang menimpa Jalan Nasional Bagbagan–Kiaradua. Arus lalu lintas sempat tersendat sebelum berhasil dievakuasi petugas pada pukul 16.00 WIB.
Tidak Ada Korban Jiwa
BPBD Kabupaten Sukabumi memastikan bahwa dalam seluruh rangkaian bencana yang terjadi selama dua hari tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun luka.






