Rugikan Negara 1 Miliar Lebih, 3 Mantan Pejabat Plat Merah Kabupaten Sukabumi Jadi Tersangka

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi, Wawan Kurniawan, saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan.| Foto: Istimewa

LINGKARPENA.ID | Kasus dugaan korupsi yang merugikan negara hingga 1 milar lebih kembali mencuat di Kabupaten Sukabumi. Kali ini diduga 3 Pejabat Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Aneka Tambang dan Energi ATE, tersangkut dalam kasus korupsi pernyataan modal dari pemerintah daerah tersebut.

Berdasarkan informasi dihimpun, penyertaan modal tersebut dikeluarkan pada tahun 2015 dan dicairkan menjadi 2 tahap. Aliran dana terhadap perusahaan plat merah milik pemerintah daerah kabupaten sukabumi ini pertama menerima aliran dana sebanyak Rp500 juta dan untuk yang kedua sebesar Rp800 juta.

Baca juga:  Ada Apa KPU dan Bawaslu Kabupaten Mendatangi Polres Sukabumi?

Menurut keterangan Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi, Wawan Kurniawan kepada wartawan mengatakan, lantas ketiga pejabat terduga ini tidak dapat mempertanggungjawabkan dana penyertaan modal yang diberikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi.

“Jadi, dari hasil penyidikan petugas dari Polres Sukabumi tidak ditemukan adanya pembukuan dan bukti penggunaan dana penyertaan modal. Ya itu tidak dapat mereka pertanggungjawaban dana itu dipakai untuk apa,” kata Wawan, kepada awak media, Sabtu lalu.

Lanjut Wawan, akibat perbuatan ketiga pejabat ini negara mengalami kerugian Rp1 miliar lebih. Kerugian dengan rincian pernyertaan modal tahap satu, kurang lebih Rp381.507.000, untuk tahap dua kurang lebih Rp406.101.152 dan ditambah dengan perhitungan pajak yang tidak disetorkan kurang lebih Rp220.000.000.

Baca juga:  Disdik Terjun Langsung: 4.500 Dosis Vaksin Merdeka Anak untuk Sagaranten Sukabumi 

“Iya, ada barang bukti yang sudah disita petugas, laporan pertanggungjawaban penggunaan dana dari penyertaan modal yang diberikan Pemerintah Kabupaten Sukabumi kepada perusahaan PDATE. Juga dari laporan pajak yang tidak disetorkan. Dan ini tentunya menjadi kerugian negara,” terangnya.

Wawan menambahkan, pihaknya sudah mendapatkan pelimpahan berkas kasus tersebut dari Polres Sukabumi dan berkas itu dinyatakan lengkap (P21) oleh Tim Kejaksaan Penuntut Umum pada tanggal 27 Desember 2023 lalu. Saat ini pihak kejaksaan sedang menunggu pelimpahan tersangka serta barang bukti lainnya.

Baca juga:  Diskominfo Kabupaten Sukabumi Gelar Pengajian Rutin

“Untuk nama-nama tersangka sesuai hasil penyidikan pihak Polres Sukabumi, pertama inisial R sebagai Direktur Utama Perumda ATE periode 2015-2016, lalu Direkrut Operasional inisial ZM dan Bendahara atas nama tersangka AK,” singkatnya.**

Pos terkait