Sambut HKN ke-62, Puskesmas Jampangkulon Perkuat Kader sebagai Garda Surveilans Penyakit dan Bencana

Puskesmas Jampangkulon Kabupaten Sukabumi, saat menggelar kegiatan peningkatan kapasitas kader kesehatan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62. Kegiatan yang berlangsung di Aula Puskesmas Jampangkulon, Kamis (8/10/26).[Foto: ist]

JAMPANGKULON — Puskesmas Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi menggelar kegiatan peningkatan kapasitas kader kesehatan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62. Kegiatan yang berlangsung di Aula Puskesmas Jampangkulon, Kamis (8/10/2026), ini mengusung tema “Penanggulangan Penyakit Menular dan Kesiapsiagaan Bencana.”

Acara tersebut diikuti oleh perwakilan kader Posyandu dari setiap desa di wilayah binaan Puskesmas Jampangkulon, dengan masing-masing desa mengutus dua orang kader.

Kepala Puskesmas Jampangkulon, Yogianto, SKM., yang membuka sekaligus memberikan pemaparan materi dalam kegiatan tersebut menyatakan, peran kader kesehatan memiliki posisi strategis dalam sistem kewaspadaan dini di tingkat akar rumput.

“Kader bukan sekadar pencatat data posyandu. Mereka adalah garda terdepan dan mata telinga puskesmas di tengah masyarakat. Dalam konteks penyakit menular maupun bencana, kaderlah yang pertama kali mengetahui kondisi warganya. Kemampuan deteksi dini dari kader sangat menentukan cepat atau lambatnya respons penyelamatan nyawa,” ujar Yogianto di hadapan peserta.

Baca juga:  Bentuk Pelayanan, Puskesmas Jampangkulon Jamin Kenyamanan Parkir Kendaraan Pangunjung

Yogianto menjelaskan, peningkatan kapasitas kader kali ini menyasar tiga kompetensi utama. Pertama, deteksi dini, yaitu kemampuan mengenali tanda dan gejala awal penyakit menular seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), Tuberkulosis (TBC), hingga HIV/AIDS, serta melaporkannya secara cepat ke puskesmas.

Kedua, edukasi dan kesadaran masyarakat, di mana kader dituntut mampu menyampaikan informasi kesehatan yang benar kepada warga terkait jenis penyakit, cara penularan, serta pentingnya pemeriksaan rutin. Ketiga, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai upaya pencegahan transmisi penyakit di lingkungan.

Baca juga:  "Black Marlin" Polres Sukabumi Bubarkan Tournament Olahraga Tak Berizin

Selain itu, Yogianto juga meluruskan pemahaman peserta mengenai definisi “bencana” yang tidak selalu identik dengan bencana alam berskala besar.

“Banyak yang mengira bencana itu hanya longsor atau banjir. Padahal, keracunan makanan massal, lonjakan kasus penyakit di satu wilayah, hingga Kejadian Luar Biasa (KLB), semuanya termasuk bencana kesehatan. Di situlah kader berperan aktif sebagai sistem surveilans,” tuturnya.

Baca juga:  Puskesmas Jampangkulon Terjunkan Tim Bidan Kelas Bumil untuk Jemput Bola

Dalam kegiatan tersebut, para kader mendapatkan pembekalan materi sekaligus simulasi penanganan kasus. Sesi diskusi berjalan interaktif, dengan para peserta aktif menyampaikan studi kasus yang pernah dihadapi di desa masing-masing.

Menutup kegiatan, Yogianto menitipkan harapan besar agar ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan secara nyata di tengah masyarakat.

“Momentum HKN ke-62 ini kami jadikan titik tolak untuk mewujudkan Jampangkulon yang tidak hanya sehat, tetapi juga tangguh. Dengan kader yang berdaya, kami yakin pencegahan wabah dan penanganan krisis kesehatan di tingkat desa dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran,” pungkas Yogianto.(*)

Pos terkait