JAMPANGKULON — Puskesmas Jampangkulon menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader tentang Program Penyakit Menular dan Kesiapsiagaan Bencana, pada Kamis (8/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula Puskesmas Jampangkulon ini diikuti oleh dua orang kader posyandu perwakilan dari masing-masing desa di wilayah kerja puskesmas setempat.
Pelatihan ini bertujuan membekali para kader dengan pengetahuan dan keterampilan sebagai garda terdepan deteksi dini penyakit menular serta kesiapsiagaan menghadapi bencana di tingkat masyarakat.
Kepala Puskesmas Jampangkulon, Yogianto, S.KM, menjelaskan bahwa peran kader tidak lagi sebatas pendamping posyandu, melainkan juga sebagai ujung tombak surveilans kesehatan di desa.
“Harapan kami, setelah kegiatan ini kader tidak hanya bertambah pengetahuannya, tetapi juga mampu menjadi surveilans aktif di lingkungannya masing-masing. Mereka harus bisa mengenali tanda-tanda awal penyakit menular seperti DBD, TB, maupun HIV/AIDS, lalu melaporkannya secara cepat,” ujar Yogianto.
Yogianto menegaskan bahwa pemahaman masyarakat tentang bencana selama ini masih terbatas pada bencana alam berskala besar. Padahal, menurutnya, keracunan makanan massal, lonjakan kasus penyakit tertentu, hingga kejadian luar biasa (KLB) juga termasuk kategori bencana yang harus diwaspadai.
“Bencana itu tidak harus gempa atau banjir besar. Ketika terjadi keracunan makanan di sebuah hajatan atau tiba-tiba muncul peningkatan kasus diare di satu kampung, itu sudah masuk kategori bencana yang memerlukan respons cepat. Di situlah peran kader sangat dibutuhkan,” tegasnya.
Dalam pelatihan ini, para kader dibekali tiga kompetensi utama, yakni kemampuan deteksi dini dan pelaporan dugaan kasus penyakit menular, teknik edukasi masyarakat tentang cara penularan dan pencegahan penyakit, serta strategi penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan masing-masing.
Melalui kegiatan ini, Puskesmas Jampangkulon berharap terbentuknya jaringan surveilans berbasis masyarakat yang tangguh, sehingga setiap ancaman kesehatan dapat terdeteksi lebih awal dan ditangani sebelum meluas menjadi wabah.(*)






