LINGKARPENA.ID | Dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) kembali mencuat di Kabupaten Sukabumi. Seorang warga Kecamatan Simpenan, Tata Sudarta bin Norsid (alm), melaporkan kejadian dugaan keracunan massal ke Polres Sukabumi pada Rabu (28/1/2026) malam.
Laporan tersebut tertuang dalam Tanda Bukti Laporan Pengaduan (lapdu) yang dikeluarkan Polres Sukabumi. Dalam laporannya, Tata Sudarta mengadukan peristiwa yang dialami cucunya, seorang siswi sekolah dasar bernama Sri Neng Widia (5), usai mengonsumsi MBG di SDN Bojongkop Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 28 Januari 2026, sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, korban bersama siswa lainnya mengonsumsi makanan bergizi gratis dengan menu nasi, tahu goreng, nugget, sayur wortel dan buncis, serta buah jeruk.
Namun, beberapa jam setelah mengonsumsi makanan tersebut, kondisi korban mulai memburuk. Sekitar pukul 15.30 WIB, korban mengalami buang air besar sebanyak lima kali disertai muntah dua kali, hingga mengeluhkan sesak napas.
“Setelah makan MBG di sekolah, cucu saya pulang ke rumah dan kondisinya terus menurun. Dia muntah, bolak-balik ke kamar mandi, lalu mengeluh sesak napas,” ujar Tata Sudarta dalam keterangannya kepada pihak kepolisian.
Korban sempat dibawa ke Puskesmas Simpenan untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, karena kondisinya semakin lemah dan kritis, korban akhirnya dirujuk ke RSUD Palabuhanratu guna mendapatkan perawatan lanjutan.
Atas kejadian tersebut, pihak keluarga berharap aparat kepolisian dapat menindaklanjuti laporan dugaan keracunan massal akibat MBG tersebut, agar kejadian serupa tidak terulang dan pihak terkait dapat dimintai pertanggungjawaban.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait laporan tersebut.






