LINGKARPENA.ID | Kekhawatiran akan potensi banjir dan longsor mendorong warga di sekitar Sungai Cipalabuan, Blok RT 02 RW 24, Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, melakukan langkah antisipatif dengan memasang bronjong penahan tebing sungai secara swadaya.
Inisiatif ini muncul sebagai respons atas kondisi cuaca yang sulit diprediksi serta pengalaman banjir yang sempat terjadi beberapa bulan lalu. Warga menilai, tebing sungai yang rawan longsor dan kondisi sungai yang dangkal dapat memicu luapan air saat hujan deras melanda wilayah tersebut.
Salah seorang warga setempat, Erik, mengatakan pemasangan bronjong dilakukan sebagai upaya darurat untuk memperkuat tebing sungai agar tidak kembali runtuh.
“Kami berinisiatif memasang bronjong sebagai stimulan pengaman. Harapannya, tembok tanah bisa lebih kuat dan risiko longsor yang berpotensi menyebabkan sungai meluap ke rumah warga dapat diminimalisir,” ujar Erik, Kamis (29/1/2026).
Menurut Erik, Sungai Cipalabuan sudah lama tidak mendapatkan penanganan maksimal. Ia menyebutkan, dahulu pernah dibangun tembok penahan tebing (TPT), namun kini kondisinya sudah tidak berfungsi dan belum ada pembangunan ulang maupun normalisasi sungai.
“Sungai ini dangkal dan sudah bertahun-tahun tidak ada pemeliharaan. TPT yang dulu dibangun juga sudah rusak, sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” katanya.
Ia menambahkan, warga sebenarnya telah menempuh jalur administratif dengan mengajukan proposal ke dinas terkait melalui kelurahan. Namun, respons yang diterima menyebutkan bahwa kewenangan penanganan sungai berada di bawah Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Barat.
“Kami diberi penjelasan bahwa ini bukan kewenangan kabupaten. Proposal sudah diajukan dan kami berharap ada realisasi secepatnya demi keselamatan warga,” ungkap Erik.
Dalam kesempatan tersebut, Erik juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung kegiatan swadaya ini. Mulai dari RT, RW, lurah, camat, hingga Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi PDI Perjuangan, H. Junajah Jajah Nurdiansyah.
“Kami sangat berterima kasih, khususnya kepada Pak Junajah yang telah memfasilitasi koordinasi dengan BPBD Kabupaten Sukabumi sehingga kami bisa mendapatkan bantuan kawat bronjong. Alhamdulillah pemasangan bisa terlaksana,” tuturnya.
Warga berharap, upaya mandiri ini dapat menjadi langkah awal sebelum adanya penanganan permanen dari pemerintah, guna mencegah bencana serupa terulang di kemudian hari.






