LINGKARPENA.ID | Sebuah (rumah toko) ruko semi permanen milik Ojar (72) di Kampung Ciawitali RT 06 RW 07, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, hangus terbakar pada Selasa (2/12/2025) sekitar pukul 17.00 WIB. Peristiwa ini diduga dipicu percikan api yang menyambar bensin saat pemilik warung tengah menakar bahan bakar untuk dijual.
Kebakaran berawal ketika Ocah (61), istri Ojar, tengah menuangkan bensin ke dalam botol di dalam warungnya. Saat itu tiba-tiba muncul percikan api yang langsung menyambar bahan bakar tersebut. Panik, Ocah bergegas membawa suaminya yang tengah mengalami stroke ringan keluar dari bangunan, lalu meminta pertolongan warga sekitar.
Tim Pemadam Kebakaran Pos 1 Palabuhanratu segera dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan warga. Wadanton Damkar Pos 1 Palabuhanratu, Amirudin Haq, menyebut pihaknya menerima laporan sekitar pukul 17.27 WIB dan langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
“Proses pemadaman terkendala sulitnya sumber air di wilayah tersebut,” ujar Amirudin kepada lingkarpena.id, Selasa (02/12/2025).
Meski menghadapi hambatan, petugas damkar bersama masyarakat setempat akhirnya berhasil memadamkan api sekitar pukul 19.12 WIB.
Akibat kejadian ini, satu unit ruko berukuran 8 x 6 meter ludes beserta isinya. Tidak ada korban jiwa maupun luka, namun kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta. Kerugian tersebut meliputi perhiasan sekitar 15 gram, uang tunai Rp5,3 juta, serta barang dagangan warung senilai Rp20 juta.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Simpenan, Dandi Sulaeman, menuturkan bahwa pihaknya langsung melakukan assessment, pendataan, dan koordinasi dengan pemerintah desa serta unsur terkait lainnya.
“Kami juga memberikan imbauan kepada warga agar tetap waspada, mengingat musim penghujan berpotensi menimbulkan berbagai bencana,” kata Dandi.
Dalam penanganan kebakaran ini hadir berbagai unsur, mulai dari Pemadam Kebakaran, Pemerintah Kecamatan Simpenan, P2BK Simpenan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Satpol PP, perangkat desa, hingga relawan Tagana.
Bantuan mendesak yang dibutuhkan korban antara lain bahan sandang dan pangan, terpal, material bangunan, serta peralatan dapur.






