Sempat Berhenti Produksi Karena Covid Gedebong Pisang Sukabumi Jadi Kripik Renyah dan Lezat

Putri memegang produk gedebong pisang yang sudah menjadi keripik.| istimewa

LINGKARPENA.ID | Sempat berhenti lantaran Covid-19 dan terhambat modal, Putri Ela Sari (23) warga Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi yang bisa menyulap batang pisang atau gedebong pisang jadi kripik yang lezat kini mulai memproduksi kembali.

Dirinya mengaku, meskipun sejauh ini produksi kripiknya masih sesuai pesanan, namun produknya sudah dijual ke beberapa daerah di Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi bahkan ke Bogor.

“Produksi sudah satu bulan, dulu pernah bikin pas pameran hari jadi Kabupaten Sukabumi sekarang baru nyoba lagi, karena kebetulan kemarin ada pesenan jadi sekalian bikin,” ujarnya.

Baca juga:  360 SDN di Wilayah VI Kabupaten Sukabumi Siap Laksanakan Sekolah Tatap Muka

Gedebong pisang yang ia buat menjadi produk makanan tersebut menurutnya berawal dari Kepala Desa Cikadu yang hendak memasak jantung pisang dengan mencari ke kebunnya, namun tiba – tiba dirinya terfikir untuk membuat cemilan dari batang pisang. Berbekal sedikit pengalaman kemudian mengajak ibu ibu pelaku UMKM mengolahnya menjadi keripik.

Menurut Putri, cara pengolahannya pun terbilang mudah. Batang pisang bagian dalam yang berwarna putih atau pelepahnya itu di iris- iris tipis, selanjutnya direndam air selama satu hari satu malam dengan menggunakan campuran kapur sirih setelah itu campur dengan bumbu penyedap rasa kemudian digoreng hingga matang.

Baca juga:  Rencananya 4.039 Vaksin Masuk Kota Sukabumi 22 Januari Mendatang

“Gedebong pisang memiliki banyak serat didalamnya, setelah melalui proses yang dibilang singkat dan tidak banyak bahan yang diperlukan, bisa menjadi makanan cemilan atau dibuat keripik. Rasanya gurih, renyah, gak ada rasa pahit atau kesat soalnya kan sebelum di goreng itu direndam pakai air kapur selama sehari semalam terus kita cuci bersih jadi rasa kesat dan pahit nya hilang,” bebernya.

Meskipun kripik yang ia buat dijual dengan harga terjangkau yaitu Rp5 ribu rupiah dan sudah ia pasarkan sendiri, namun dirinya mengaku produksi yang ia lakukan sejauh ini masih terbatas atau hanya sesuai pesanan, karena menurutnya permodalan masih menjadi hambatan.

Baca juga:  Korwil Suci Raya Gelar Peringatan HUT HDKD Kemenhumkam Ke 77 di Lapas Warungkiara

“Mudah mudahan kedepannya lebih ramai lagi peminatnya, sekarang memang masih keterbatasan biaya untuk produksi, kemasanpun masih sederhana, kalau misalnya nanti ada biaya lagi mungkin kita bakalan beli pengering, jadi kalau ada pengering kualitasnya pun lebih bagus dan kemasan pun lebih rapih lagi,” pungkasnya.

Pos terkait