Sempat Viral Anak Sekolah Menyebrang Gunakan Ban Bekas, Jembatan Viral di Simpenan Diresmikan

LINGKARPENA.ID | Setelah sebelumnya viral di media sosial akan aksi menantang maut sejumlah pelajar melintasi aliran sungai menggunakan ban bekas saat berangkat sekolah dari kampung Cikadaka Desa Cidadap menuju kampung Naringul dan Sawah Bera Desa Loji, Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi.

Kini situasi tersebut sudah tidak terjadi lagi, setelah yayasan Sehati Bergerak Bersama mewujudkan harapan masyarakat sekitar sejak 1998 lalu ingin memiliki jembatan untuk menyebrang sekedar ke kebun, ke sekolah ataupun melakukan aktivitas jual beli hasil bumi.

Founder Sehati Gerak Bersama Andri Kurniawan seusai melakukan peresmian dan penyerahan jembatan gantung yang diberinama Cikanara memiliki panjang100 meter dengan lebar 125 centimeter, dan jika dipelihara dengan baik kekuatan dari kontruksi jembatan bisa mencapai 10 tahun lebih, sehingga Ia berharap masyarakat secara bersama sama dapat merawatnya agar tetap awet.

Baca juga:  Pemeriksaan Kesehatan Gratis Tim Nakes TMMD Kodim 0607 Kota Sukabumi di Desa Cisarua

“Insyaallah kekuatannya ini lebih dari 10 tahun asalkan terus dirawat oleh masyarakat sekitar,” ujar Andri.

Dijelaskan Andri, awal mula yayasan Sehati Geral Bersam termotivasi membangun jembatan gantung tersebut setelah mendapatkan beberapa laporan dari masyarakat, dan saat itu memang kebetulan ada perencanaan pembangunan jembatan tetapi masih memilih milih lokasi.

“Makanya begitu dapat laporan disini, kebetulan tim asesor berdua langsung survei kesini. Mereka kesini bahwa ada anak anak yang menyeberangi sungai bahkan sudah banyak memakan korban jiwa,” jelasnya.

“Akhirnya saya tampung semua informasi kita pelajari, baik dampaknya dan falidasi, langsung saya sendiri ke lokasi kesini,” sambungnya.

Lanjut Andri setelah semua lengkap, tim relawan sehati gerak bersama dan juga para donatur lainnya dibantu maayarakat sekitar langsung melakukan aksi pengerjaan, meski dalam perjalanannya terdapat kesulitan yakni cuaca panas ekstrim yang berdampak terhadap proses waktu pengerjaan, yang biasanya dilaksanakan siang hari digeser menjadi sore hari hingga malam hari.

Baca juga:  TMMD Ke-125 Kodim 0622 Kabupaten Sukabumi Digelar, Ini Lokasinya

“Kesulitan hanya 1 cuaca, karena memang panasnya sampai 42-48 derajat disni maka teman teman kita geser waktu kerjanya dari mulai siang kita hentikan dan berlanjut badha Azhar hingga pukul 00 sampai 1 malam. Ini kalau dihitung anggaran semuanya ini sampai diangka Rp 235 juta,” tegasnya.

Untuk anggaran dimaksud, kata Andri lagi murni semua merupakan bantuan dari para donatur, sehingga banyak permintaan masyarakat bahwa ketika proses serah terimakan ingin dari Sehati Gerak Bersama langsung ke perwakilan masyarakat, seperti RT, RW, Tokoh masyarakat, tokoh pemuda.

Baca juga:  Rumah Ambruk di Simpenan, Lansia Tertimpa Runtuhan

“Karena ini murni dana kami dapatkan dari donatur kami,  terlebih mitra kami yang hari ini hadir, ini mereka yang mendanai termasuk pasir, batu, dan biaya angkut semua menggunakan tenaga masyarakat,” paparnya.

Untuk waktu pengerjaan jembatan gantung sendiri, Andri menambahkan jika pengerjaannya dikerjakan langsung bisa selesai dalam 1 bulan, tetapi karena menunggu coran kering jadi proses dari awal hinhga selesai memakan waktu kurang lebih 49 hari.

“Maka tadi saya serahkan langsung kemasyarakatan ini bentuk apresiasi kerjasama kita bersama, mudah mudahan ini menjadi amal baik, amal jariah untuk semua relawan, donatur dan semua mitra mitra sehati gerak bersama,” tandasnya.

Pos terkait