LINGKARPENA.ID | Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap masalah Human Traficking, serta mendorong tindakan untuk mencegah dan mengakhiri praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi bekerjasama dengan Yayasan Rusaida akan membuat film layar lebar tentang edukasi TPPO dengan judul; Senja Yang Hilang.
Film yang akan dibuat ini diharapkan dapat membantu menggambarkan realitas perdagangan manusia dan menyebarkan informasi tentang resiko serta dampaknya dapat menginspirasi perubahan.
Diungkapkan Bara, Sutradara film “Senja Yang Hilang”, ide pembuatan film dokumenter ini terinspirasi oleh fenomena yang ada dan memantik kepedulian dirinya terhadap banyaknya korban dan masyarakat yang rentan.
“Saat ini, kasus-kasus kemanusiaan, khususnya perdagangan manusia, terus bermunculan. Rasa kepedulian kami terhadap korban dan masyarakat yang rentan mendorong kami, Yayasan Rusaida Production, untuk menggagas karya visual yang sarat pesan moral,” ujar Bara kepada awak media.
Gayung bersambut, ide dan gagasan Bara ternyata disambut baik oleh DP3A, karena memiliki visi yang sama, yakni memberikan informasi edukatif tentang pencegahan TPPO melalui film.
“Kami tidak hanya mencari talenta, tapi juga membuka ruang ekspresi bagi generasi muda agar terlibat dalam kegiatan positif. Ini sejalan dengan upaya membentuk karakter agar tidak mudah terperdaya oleh bujuk rayu yang mengarah pada TPPO,” lanjutnya.
Untuk pembuatan film “Senja Yang Hilang” panitia menjaring calon pemeran atau pemain film tersebut. Penjaringan atau casting untuk wilayah selatan, rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 10 dan 11 Mei 2025, pukul 09.00 wib, bertempat di Gedung Geopark Information Centre (GIC) Citepus Palabuhan Ratu.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang yang positif dan produktif, terutama bagi anak-anak muda Sukabumi,” singkat Bara.






