Simak, Jadwal dan Proses Vaksinasi COVID-19 di Kota Sukabumi

Lingkarpena.id, SUKABUMI – Vaksinasi COVID-19 tahap pertama di Kota Sukabumi, rencananya akan dilaksanakan pada Kamis (28/01/2021) besok, dengan target penerima vaksin tenaga kesehatan (Nakes) sebanyak 2.550 plus 10 orang yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi Rita Fitrianingsih menuturkan, lokasi pemberian vaksin COVID-19 akan dilaksanakan di 24 lokasi, di antaranya 15 Puskesmas, 6 Rumah Sakit dan 3 klinik. Jadwalnya, Selasa, Kamis, dan Sabtu sesuai dengan standar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Baca juga:  Maling di Balandongan Kota Sukabumi Tinggalkan Cek Giro 90 Juta

“Jadwal yang sudah ditetapkan itu hanya ada dua sesi, satu sesinya maksimal 20 orang. Jadi rata-rata sehari maksimal 40 orang yang divaksinasi dan setiap satu sasaran yang vaksin per orang dapat memakan waktu hingga 30 menit,” kata Rita.

BACA JUGA: Kota Sukabumi Terima 6.000 Vaksin Sinovac, Ini Kata Fahmi!

Lanjut Rita, 30 menit itu mulai dari pendaftaran hingga screening kesehatan, karena setiap sasaran yang akan divaksin harus bebas dari 16 kriteria yang tidak boleh divaksin. Makanya, harus menunggu hasil dari pemantauan 30 menit.

Baca juga:  Jubir Fraksi Rakyat Soroti Jalan Poros Kabupaten di Jampangtengah Dampak Perlintasan Armada Galian C

“Selain itu, ada beberapa pengecualian yang ditetapkan oleh pusat, di antaranya penyitas covid, memiliki penyakit kronis, penyakit menular yang tidak terkontrol, dan penyakit alergi sangat kuat yang memungkinkan akan ada hal yang ditakutkan. Sebab, prinsip vaksinasi covid ini kehati-hatian,” jelasnya.

Pemberian vaksin ini, sambung Rita dibagi menjadi dua gelombang dan setiap gelombang ada dua tahap, yakni Januari-Februari akhir untuk Nakes dan tenaga penunjang. Kemudian, Maret-April tenaga pelayanan publik, TNI, Polri, pemadam kebakaran. “Sedangkan untuk gelombang dua untuk kelompok masyarakat,” tandasnya.

Baca juga:  DLH Wajibkan Pelaku Pengrajin Batu Hijau bikin Kolam Penampungan Hormati Aspek Sosial yang lain

Reporter: Nuria Ariawan
Redaktur: Garis Nurbogarullah

Pos terkait