LINGKARPENA.ID – Pemerintah Desa Cijulang Kecamatan Jampang Tengah angkat bicara soal warga yang disinyalir tidak mendapatkan bantuan rumah tidak layak huni atau (RUTILAHU) yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu. Melalui Kepala Desa Cijulang, Jalaludin mengatakan persoalan itu sudah dari jauh sebelum ia menjabat, kepala desa sudah diajukan.
Menurut Jalaludin, jika berdasarkan list data yang ada di desa Cijulang, Kecamatan Jampang Tengah ada sekitar, 14 Kepala Keluarga (KK) yang di ajukan sebagai layak masuk daftar pada pengajuan rumah tidak layak huni atau (RUTILAHU) tersebut.
Di desa Cijulang, memang bukan cuma satu atau dua rumah yang perlu mendapat bantuan Rutilahu. Malah banyak yang lebih prioritas jika dibanding dengan rumah yang ditempati saudara Ahmed. Apalagi rumah yang lain lebih prioritas karena melihat dari sisi penghuni dalam rumah itu sendiri dibanding seorang diri.
“Jadi untuk rumah yang satu itu sudah masuk list pengajuan. Semua ada 14 rumah yang dianggap paling prioritas. Jadi bukan tidak di ajukan, masih banyak yang lebih prioritas selain yang rumah milik yang bersangkutan,” ujar Kepala Desa Cijulang, Jalaluddin, saat memberikan keterangan kepada Lingkarpena.id, Jumat (21/01/2022).
Menurut Kepala Desa Cijulang, keberadaan rumah milik Ahmed, berdasarkan keterangan warga sekitar setelah ia berpisah dengan istrinya rumah tersebut jarang di huni. Mungkin karena kondisinya duda, jadi rumah sering di kosongkan.
“Sebetulnya jika dia bilang pengangguran menurut saya saat ini tidak begitu tepat pengakuannya itu. Dia masih usia produktif. Jika orang terlalu banyak diam, maka seseorang kurang ada kemauan,” terang Kades.
Menurut Jalaluddin, semua yang dianggap prioritas sudah dimasukan dalam list pengajuan. Dikatakan kades, jika dia bilang belum mendapatkan bantuan, hal itu menurutnya jawaban yang kurang bijak. Karena berdasarkan keterangan kepala dusun sudah terakomodir.
“Dia itu tidak tergolong kategori jompo. Kondisinya masih produktif juga. Ya masih tergolong kondisi muda,” jelasnya.
Reporter: Aris Ram
Redaktur: Akoy Khoerudin






