LINGKARPENA.ID | Kisah pilu Mak Komsiah, seorang perempuan lanjut usia yang hidup sebatang kara di Kampung Cimaranginan RT 26/06, Desa Lengkong, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi, baru-baru ini menyita perhatian publik. Setelah unggahan tentang kondisi beliau viral di media sosial, gelombang simpati dan kepedulian pun mengalir deras, memicu gerakan solidaritas dari berbagai pihak.
Pada Minggu, 21 September 2025, suasana haru menyelimuti kediaman sederhana Mak Komsiah. Ketua DPC Jampang Tandang Makangan (JTM) Kecamatan Lengkong, Suparman, bersama dengan komunitas Motor Adventur Leutak turun langsung mengunjungi Mak Komsiah.
Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan sebuah bentuk nyata kepedulian yang membawa harapan baru bagi perempuan lansia tersebut.Dalam kunjungan tersebut, Suparman dan rombongan tidak hanya membawa bingkisan berupa paket sembako, tetapi juga memberikan dukungan moril yang begitu berarti.
Dengan mata berkaca-kaca, Mak Komsiah menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam atas perhatian dan uluran tangan yang diterimanya. Raut wajahnya memancarkan kelegaan di tengah cobaan hidup yang selama ini ia pikul sendiri.
Diungkapkan Suparman, bahwa kunjungan ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap sesama, terutama bagi mereka yang membutuhkan.
“Alhamdulillah hari ini kami bersama komunitas Leutak bersilaturahmi ke Mak Komsiah. Mudah-mudahan kunjungan ini membawa kebaikan untuk kita semua. Dan khususnya kepada Mak Komsiah agar tabah menjalani hidup. Dan semoga bingkisan ini bisa sedikit membantu untuk kelangsungan hidup Mak Komsiah,” ujarnya dengan penuh harap.
Lebih lanjut, Kang Parman menambahkan bahwa kepedulian terhadap Mak Komsiah tidak berhenti sampai di sini. Pihaknya kini tengah merencanakan sebuah langkah besar untuk meningkatkan kualitas hidup Mak Komsiah, yaitu pembangunan rumahnya yang saat ini tergolong tidak layak huni.
“Insya Allah kami akan berusaha untuk memperbaiki rumah Mak Komsiah. Mudah-mudahan ada rejekinya,” pungkasnya, menandakan komitmen kuat untuk mewujudkan rumah yang lebih layak bagi Mak Komsiah.
Sementara itu Kelapa Desa Lengkong, H. Sulaeman mengungkapkan, bahwa Mak Komsiah sudah masuk dalam daftar penerima manfaat bantuan sosial. Dan seluruh adminduknya dinyatakan lengkap.
“Alhamdulilah Mak Komsiah sudah masuk sebagai penerima manfaat bansos dana desa. Tadi pagi kami bersama Pak Camat berkunjung ke rumah Mak Komsiah untuk memastikan langsung kondisinya,” ujarnya.
Lanjut kata dia, dalam waktu dekat Pemdes dan Pemcam serta seluruh warga merencanakan akan melakukan pembongkaran rumah Mak Komsiah untuk dibangun kembali dengan anggaran partisipasi warga.
Kisah Mak Komsiah menjadi cerminan bahwa masih banyak orang di sekitar kita yang membutuhkan uluran tangan. Respons cepat dari DPC JTM Kecamatan Lengkong, komunitas Adventut Leutak, dan pemerintah desa menunjukkan kekuatan kolaborasi dalam menciptakan perubahan positif.
Semoga rencana pembangunan rumah Mak Komsiah dapat segera terwujud, memberikan tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi beliau di sisa usianya, serta menjadi inspirasi bagi lebih banyak pihak untuk terus berbagi dan peduli.






