STKIP Bina Mutiara Sukabumi Kampus II Surade, Gelar KKM

Momen poto bersama para Mahasiswa KKM STKIP Bina Mutiara Sukabumi Kampus II Surade di Aula Kantor Desa Cibenda Kecamatan Ciemas.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari STKIP Bina Mutiara Sukabumi Kampus II Surade menunjukkan komitmen kuat dalam mengakselerasi transformasi desa melalui serangkaian program unggulan yang dijalankan di Desa Cibenda, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.

Berbekal semangat kolaborasi dan tanggung jawab sosial, para mahasiswa ini hadir bukan hanya untuk mengabdi secara formalitas, tetapi untuk belajar, tumbuh dan bergerak bersama masyarakat.

Koordinator KKM, Reza Malik Sofa, menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai bentuk kontribusi nyata generasi muda dalam menghadapi tantangan masyarakat desa di era Society 5.0.

“KKM bukan ajang kunjungan sementara, tapi proses belajar dan bertumbuh bersama masyarakat. Kami ingin Cibenda tumbuh sebagai desa yang cerdas, kreatif, dan berdaya,” ujar Reza, Senin (04/08/2025).

Ia juga menambahkan bahwa kemajuan teknologi yang berkembang pesat hari ini perlu diimbangi dengan kepekaan sosial dan kemampuan adaptasi masyarakat desa.

“Kami ingin membuktikan bahwa mahasiswa tidak datang membawa solusi instan, tapi membawa semangat perubahan. Kami hadir bukan untuk jadi pahlawan, tapi jadi mitra yang belajar bersama rakyat. Ini bagian dari ikhtiar kecil kami untuk menjawab tantangan zaman dengan keberanian, inovasi, dan keberpihakan,” tegasnya.

Baca juga:  Ribuan Anak PAUD HIMPAUDI Kota Sukabumi Peragakan Manasik Haji

Oleh karena itu, untuk Menjawab Kebutuhan Nyata Desa Dalam pelaksanaan KKM tahun ini, Mahasiswa membawa lima program unggulan yang secara langsung menyentuh aspek literasi, teknologi, budaya, dan partisipasi sosial warga desa:

Desa.ID (Digitalisasi Desa):
Program ini mendorong transformasi digital melalui pelatihan teknologi informasi, pembuatan sistem informasi desa, dan digitalisasi pelayanan publik. Tujuannya, menjadikan Desa Cibenda lebih transparan, responsif, dan terkoneksi dengan dunia luar.

Gerakan 1000 Buku :
Sebagai upaya mengatasi rendahnya akses literasi di pedesaan, gerakan ini menggalang donasi buku dari berbagai pihak untuk disalurkan ke taman baca dan sekolah informal di desa. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan kembali budaya membaca di kalangan anak-anak dan remaja.

Baca juga:  KKM Kelompok VI Mahasiswa STKIP Bina Mutiara 2 Surade, Fokus pada Literasi Ekologi

Teras Belajar :
Ruang belajar terbuka ini menyasar anak-anak, remaja, dan warga dewasa untuk mendapatkan akses pendidikan nonformal, seperti bimbingan belajar, pelatihan keterampilan, hingga literasi digital. Kegiatan ini dilaksanakan di balai desa, teras rumah warga, atau area publik lainnya.

Pesta Rakyat :
Sebagai ruang perayaan lokal, Pesta Rakyat menghadirkan pertunjukan seni tradisional, bazar UMKM, lomba rakyat, dan pentas budaya. Tujuannya, menghidupkan kembali semangat gotong royong serta kebanggaan terhadap kekayaan budaya lokal.

Konferensi Kerakyatan :
Forum ini mengajak warga untuk bermusyawarah secara terbuka bersama perangkat desa dan pemangku kebijakan. Diharapkan, suara masyarakat bisa langsung menjadi dasar dalam perencanaan dan pengambilan keputusan pembangunan.

Sementara itu, Kepala Desa Cibenda Kecamatan Ciemas, Adi Rizwan menyampaikan bahwa Kehadiran mahasiswa KKM ini bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat khusunya Desa Cibenda dan juga kami memberikan apresiasi atas kontribusi yang diberikan.

Baca juga:  Lapas Warungkiara Gelar Upacara Peringatan Hardiknas Tahun 2022

“Kami sangat menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa dari Kampus Bina Mutiara. Kehadiran mereka membawa semangat baru bagi desa kami. Kami berharap program KKM ini benar-benar memberikan dampak positif, terutama dalam peningkatan literasi masyarakat, yang menjadi salah satu kebutuhan penting hari ini,” ungkap Adi

Lebih jauh, ia menilai bahwa para mahasiswa tidak hanya datang untuk belajar, tetapi juga telah menyatu dengan masyarakat.

“Mereka benar-benar mendengar, berdialog, dan bergerak bersama. Program-program seperti digitalisasi informasi dan pelestarian budaya sangat sejalan dengan visi kami untuk membangun Cibenda sebagai desa yang adaptif, kreatif, dan berdaya saing di era modern,” tandasnya

Namun, harapan Program KKM ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa mampu menjadi jembatan perubahan sosial yang berdampak langsung di tengah masyarakat. Melalui lima program unggulan tersebut, Desa Cibenda semakin mantap melangkah menuju desa yang cerdas, mandiri, dan berkeadilan sosial di tengah tantangan zaman.

Pos terkait