Stop Dulu Ekspor CPO Untuk Tangani Kelangkaan Minyak Goreng

George Kuahaty Direktur Lembaga Riset dan Penelitian Indonesia

Oleh: George Kuahaty

LINGKARPENA.ID – Pemerintah disarankan untuk sementara menyetop ekspor Crude Palm Oil (CPO). Hal ini dimaksudkan agar stok untuk kebutuhan nasional akan minyak goreng tidak terganggu. Artinya apa, pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan bisa mencabut Permendag No. 2 Tahun 2002 yang di dalamnya tidak melarang ekspor.

Permendag yang dimaksudkan untuk pengendalian melalui prosedur pencatatan ekspor, ternyata tidak berjalan dengan baik. Permendag itu katanya untuk menangani krisis minyak goreng, ternyata tidak.

Baca juga:  Oligarki Cendana, Eks HTI & para Kadrun akan selalu Gagal jatuhkan Jokowi, Ini sukses Jokowi.!

Hal ini berbeda ketika Indonesia mengalami krisis batubara, pemerintah berani mengambil langkah mengeluarkan larangan ekspor selama sebulan, sampai akhir Januari 2022 kala itu. Kebijakan layaknya pelarangan ekspor baturbara itu, sebenarnya bisa dipakai juga dalam menangani kelangkaan minyak goreng.

Program Biodiesel B-20, B-30, B-40 sebagaimana dikemukakan banyak kalangan sebagai penyebab kelangkaan minyak goreng, tidak beralasan. Pertanyaannya kemudian, apakah alokasi CPO (Crude Palm Oil) yang diperuntukkan bagi minyak goreng kemudian dikorbankan, hanya karena nafsu ingin mendapat keuntungan besar dari ekspor?

Pos terkait