Terminal Type C Kota Sukabumi Sepi Penumpang, Angkutan Pajampangan Mengeluh: Ini Kata Pengurus

LINGKARPENA.ID – Terminal Type C Jalur Lingkar Selatan Kota Sukabumi masih sepi penumpang. Hal itu terlihat satu minggu berjalan setelah dilakukannya revitalisasi terminal dari Lembursitu ke Type C Jalur Lingsel sejak 14 Desember 2021 kemarin.

Berdasarkan pantauan lingkarpena.id di lapangan sejak diberlakukan revitalisasi terminal sebagian warga belum mengetahui adanya pemindahan terminal ini. Selain itu, tata pengelolaan yang dilaksanakan pihak Dishub terminal type C Jalur Lingkar Selatan terlihat belum maksimal.

Menurut salah satu Sopir Elf jurusan Kalibunderan H Zenal di lokasi terminal mengatakan, sejak pagi armadanya belum terisi satu penumpang pun. Namun, ia masih bertahan untuk menahan tem hingga mendapatkan penumpang.

Baca juga:  Hari Santri Nasional Tingkat Kota Sukabumi, Ribuan Santri Gaungkan Kemajuan

“Kondisi penumpang di terminal ini masih sepi. Entah penumpang belum tahu atau atau ada penyebab lain,” keluh Zenal, saat ditemui awak media di lokasi terminal Type C Jalur Lingsel, Selasa 21/12/2021 siang.

Menurut Zenal, untuk armada Kalibunder-Sukabumi Kota itu ada tiga armada yang aktif. Menurutnya untuk tiga armada yang jalan saja masih kesulitan penumpang. Apalagi jika semua armada semuanya beroperasi.

“Sebetulnya revitalisasi terminal dari Lembursitu-Jalur Type C ini, lebih memudahkan penumpang untuk tujuan kota sukabumi. Namun, ini harus ada dukungan dari armada-armada kota, seperti angkutan perkotaan yang ada. Jadi bisa saling menopang,” terangnya.

Baca juga:  BPBD Ingatkan Cuaca Ekstrem dan Banjir Akibat Hujan Lebat

Sementara itu, pengurus Elf Pajampangan Cepi mengatakan, kondisi penumpang pajampangan memang masih sepi. Hal itu harus didukung angkutan kota seperti 03 Lembursituan dan Elf Bogoran. Maka terminal ini bisa menjadi ramai dan banyak penumpang.

“Kami minta kepada dinas perhubungan Kota Sukabumi, menghidupkan terminal ini dengan mengakomodir armada angkutan kota. Jika seperti ini apa yang bisa di andalkan, penumpang mau ada dari mana angkutan perkotaan tidak masuk terminal kok,” jelas Cepi.

Baca juga:  Sat Lantas Lakukan Pengawasan Prokes di Kawasan Wisata Selabintana

Cepi menegaskan, pihak dishub harus segera mengambil sikap bagaimana caranya permasalahan ini bisa segera terurai. Sebab, iya melihat tata kelola manajemen masih terlihat semrawut dengan adanya beberapa terminal bayangan di luar terminal.

“Iya, ini tidak bisa dibiarkan. Harusnya dishub tegas dengan kondisi seperti itu. Buat apa ada terminal jika tidak di operasikan dengan baik. Kami menunggu ketegasan pemerintah kota melalui dishub ini,” tandasnya.

 

 

 

 

Reporter: lingkarpena.id

Redaktur: Akoy Khoerudin

Pos terkait