Tugu Ikan Layur Jadi Ikon Baru Palabuhanratu, Simbol Identitas Masyarakat Pesisir

Sumber foto : Akun medsos Pemkab Sukabumi

LINGKARPENA.ID | Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, kini memiliki ikon baru yang menarik perhatian. Sebuah tugu berbentuk ikan layur berdiri kokoh di area kantor kelurahan dan menjadi penanda wilayah sekaligus simbol kebanggaan masyarakat pesisir.

 

Tugu tersebut bukan hanya sekadar bangunan, tetapi juga menjadi representasi identitas lokal Palabuhanratu yang selama ini dikenal sebagai daerah dengan hasil laut melimpah, khususnya ikan layur. Keberadaan tugu ini diharapkan mampu memperkuat citra Palabuhanratu sebagai wilayah pesisir yang memiliki kekhasan tersendiri.

 

Lurah Palabuhanratu, Yadi Supriadi, mengatakan pembangunan tugu ikan layur dilatarbelakangi oleh keseharian warga, terutama nelayan yang sejak lama menggantungkan hidup dari hasil tangkapan ikan layur.

Baca juga:  Perhutani Kolaborasi Pulihkan Hutan Paska Bencana Bersama TNI dan Polri    

 

“Ikan layur ini bukan sekadar komoditas. Ini sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Palabuhanratu sejak dulu,” ujar Yadi, Jumat (6/2/2026).

 

Menurutnya, ikan layur merupakan salah satu jenis ikan yang paling sering diperoleh nelayan, bahkan warga yang hanya memancing di sekitar perairan Palabuhanratu pun lebih banyak mendapatkan ikan layur dibanding jenis ikan lainnya.

 

“Ikan layur itu paling sering didapat. Mau nelayan atau warga yang mancing biasa, rata-rata yang paling banyak ya layur,” katanya.

Baca juga:  Hujan Lebat Picu Longsor dan Banjir di Sembilan Kecamatan Sukabumi, Puluhan Rumah Terancam

 

Selain menjadi simbol identitas daerah, tugu tersebut juga disebut sebagai bentuk kecintaan terhadap kampung halaman. Yadi mengaku ingin meninggalkan sesuatu yang memiliki nilai bagi masyarakat selama dirinya memimpin Kelurahan Palabuhanratu.

 

“Kami ingin ada sesuatu yang bisa dikenang. Sederhana, tapi punya makna bagi warga Palabuhanratu,” tuturnya.

 

Saat ini, pembangunan tugu ikan layur telah mencapai sekitar 95 persen. Meski di tengah masyarakat muncul beragam tanggapan, Yadi menilai respons warga secara umum cukup positif karena tugu tersebut dianggap sesuai dengan karakter Palabuhanratu.

Baca juga:  Kementerian ESDM Salurkan 1.703 Pasang Listrik Baru dan Gratis di Sukabumi

 

“Penilaian masyarakat pasti beragam, tapi sebagian besar menyambut baik karena ini memang identitas Palabuhanratu,” ucapnya.

 

Ia berharap, keberadaan tugu ikan layur tidak hanya menjadi simbol visual semata, tetapi juga dapat menumbuhkan semangat baru dalam menata wilayah, khususnya dalam menciptakan lingkungan kantor kelurahan yang nyaman, rapi, dan tertata.

 

“Kantor itu rumah kedua. Kalau dibuat nyaman dan tertata, semangat membangun wilayah juga akan ikut tumbuh,” pungkas Yadi.

Pos terkait